Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Tiga Rapat Paripurna DPRD Tabanan Batal, Diduga KUA PPAS Sepakat

15 Juli 2019, 20: 18: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tiga Rapat Paripurna DPRD Tabanan Batal, Diduga KUA PPAS Sepakat

BATAL: Suasana di dalam ruang rapat paripurna DPRD Tabanan yang sepi, Senin (15/7). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Rapat paripurna di DPRD Tabanan dengan tiga agenda yang rencananya digelar Senin (15/7) batal digelar. Batalnya rapat di dewan Sanggulan itu disebut lantaran Kebijakan Anggaran Umum (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2020 dan KUA PPAS APBD Perubahan Tahun 2019 belum menemui kesepakatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin (15/7) ada tiga rapat paripurna yang akan digelar yakni Rapat Paripurna Internal Laporan Badan Anggaran, serta Laporan Pansus I, II, dan III yang dimulai pukul 10.00 Wita. Dilanjutkan dengan Penyampaian Laporan Badan Anggaran, Laporan Pansus I, II dan III, Sikap dan Keputusan Dewan serta Pendapat Akhir Bupati Tabanan yang dimulai pukul 12.00 Wita. Dan yang terakhir Penyampaian Laporan Badan Anggaran, Sikap dan Keputusan DPRD, serta Penanda Tanganan Persetujuan Bersama terhadap lima ranperda serta KUA & PPAS TA.2020 dan KUA & PPAS APBD Perubahan TA. 2019 yang dimulai pukul 13.00 Wita.

Adapun kelima ranperda tersebut adalah Ranperda Agribisnis Terintegrasi Berbasiskan Kearifan lokal dan Pariwisata, dan Ranperda Rencana Induk Pariwisata Kabupaten 2019-2025 yang dibahas oleh pansus I, selanjutnya Ranperda Tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amertha Buana yang dibahas oleh pansus II. Dimana untuk Pansus I dan Pansus II diketuai oleh Gusti Nyoman Omardani. 

Dan dua ranperda lagi yakni tentang Perubahan atas Perda no 16 tahun 2014 Tentang  Penyertaan Modal Pada PDAM, dan Ranperda Perubahan Ketiga atas Perda No 29 tahun 2011 Tentang Retribusi Tempat rrekreasi dan Olah Raga, ditangani oleh Pansus III yang diketuai Gusti Komang Wastana.

Dengan demikian sejak pukul 09.00 Wita para peserta rapat utamanya dari pihak eksekutif sudah mulai berdatangan. Sayangnya beberapa saat kemudian ada informasi dari Sekretariat Dewan bahwa rapat dibatalkan sehingga pihak eksekutif pun balik kanan. 

Menurut sumber, yang membuat seluruh rapat dibatalkan adalah KUA PPAS yang belum sepakat antara pihak eksekutif dalam hal ini TAPD dan pihak legislatif. "Dari pihak eksekutif sudah banyak yang datang, TAPD juga, tetapi ada pemberitahuan bahwa rapat batal," ujar sumber yang enggan dikorankan namanya tersebut.

Ditambahkannya jika ketidaksepakatan draft KUA PPAS terjadi lantaran kemungkinan ada defisit karena SILPA tidak sesuai dengan apa yang dipasang oleh Badan Anggaran (Banggar). "Sepertinya belum ada titik temu lah, menurut TAPD yang penting bisa jalan dulu, sedangkan Badan Anggaran berharap bisa mengakomodir aspirasi masyarakat seperti ada tambahan anggaran KONI hingga bonus atlet," imbuh sumber.

Sementara itu Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tabanan, I Made Sugiarta mengatakan bahwa rapat ditunda sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Namun ia enggan memaparkan lebih lanjut mengenai penyebab ditundanya rapat tersebut. "Ya ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ujarnya singkat.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ketua DPRD Tabanan I Ketut 'Boping' Suryadi. Ia mengatakan perlu adanya penyelarasan sebelum ada kesepakatan. Sehingga pihaknya meminta agar TAPD rapat internal terlebih dahulu. "Saya minta TAPD rapat internal dulu, agar mampu merespons dan menjawab apa yang menjadi usulan dewan," ujarnya singkat.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia