Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ikan Predator Terlarang Terpantau di Aliran Sungai Yeh Sungi

15 Juli 2019, 20: 25: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ikan Predator Terlarang Terpantau di Aliran Sungai Yeh Sungi

PREDATOR: Ikan gar aligator yang terpantau di aliran sungai Yeh Sungi. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Seekor ikan gar aligator terpantau berenang di perairan Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan sejak beberapa hari belakangan ini. Hal itu pun membuat nelayan resah lantaran merupakan ikan predator yang ganas.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan I Ketut Arsana Yasa menjelaskan bahwa ikan Gar Aligator itu pertama kali dilihat oleh sejumlah pemancing. Hal itu pun membuat warga di daerah aliran sungai Yeh Sungi yang bermuara di Pantai Nyanyi, Kecamatan Kediri, Tabanan hingga sungai Yeh Ho, Banjar Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, resah karena ikan Gar Aligator tersebut merupakan ikan ganas yang sangat berbahaya termasuk bagi manusia.

"Ikan ini predator ganas yang dilarang di Indonesia karena sangat berbahaya, termasuk bagi manusia," tegasnya Senin (15/7).

Atas adanya informasi tersebut, diri pun langsung datang ke Pantai Nyanyi untuk melihat langsung ikan tersebut. Dan benar saja, bersama beberapa orang pemancing, ia melihat langsung ikan gar aligator tersebut. Hanya saja ikan tersebut tidak mau memakan umpan. 

Menurutnya ikan tersebut sengaja dibuang pemiliknya karena terlalu besar untuk dipelihara di aquarium atau karena takut memelihara ikan tersebut. "Sebab ikan ini dilarang di Indonesia sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 41 tahun 2014 ikan aligator termasuk ikan yang dilarang masuk Indonesia," sambungnya.

Dan dari lokasi dan keberadaan ikan ini, kita berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Tabanan, agar dilakukan upaya penangkapan. "Selaku Ketua DPC HNSI Kabupaten Tabanan mengimbau agar Dinas Perikanan Tabanan melarang peredaran ikan ini juga pihak Kementerian Perikanan dan Kelautan RI tegas melarang peredaran ikan ini dan melarang jual beli ikan aligator secara online," tandasnya. 

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan, AA Ngurah Raka Icwara mengaku akan mengecek kebenaran informasi tersebut. Jika benar ditemukan maka ikan tersebut akan dimusnahkan. Lantaran sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014, dilarang ada yang memelihara dan memasukkan ikan berbahaya masuk ke Indonesia. "Jadi akan kita cek dulu kebenarannya," tegasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia