Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Features

Diarsa Kena Tumor Wajah; Siang Kesemutan, Malam Tak Tahan Sakit

16 Juli 2019, 18: 42: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diarsa Kena Tumor Wajah; Siang Kesemutan, Malam Tak Tahan Sakit

DIPERIKSA: Bidan desa Putu Ratna Timor memeriksa I Wayan Diarsa. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

I Nyoman Diarsa, 55, warga Dusun Belatung, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung itu menderita tumor wajah. Persis di sela kedua alisnya. Tumor mulai terlihat sejak 2018. Benjolan terus membesar, hingga panjangnya sekitar 8 sentimeter dengan diameter 4 sentimeter. Kini, Diarsa masih menunggu jadwal operasi dari RSUP Sanglah, Denpasar.

 

I MADE MERTAWAN, Semarapura

 

TUMOR wajah kali ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, Diarsa diagnosis penyakit yang sama. Yakni tumor wajah. Tumor wajah pertama muncul 2015 lalu. Itu pada pipi kirinya. Saat dibedah 2017 di RSUP Sanglah sudah sebesar telur ayam. Setahun setelah menjalani operasi, Diarsa kembali diagnosis penyakit serupa. Tumor wajah, persis di sela kedua alisnya.

Setelah diperiksa ke dokter di RSUP Sanglah, sebulan lalu disarankan operasi dengan biaya ditanggung BPJS Kesehatan. Namun masih menunggu jadwal. Sambil menunggu, Diarsa dirawat oleh bidan di Puksesmas Dawan I. Bidan desa bernama Putu Ratna Timor setiap tiga hari kunjungan ke rumah Diarsa di wilayah Dusun Sukahati, Desa Pesinggahan. Bidan datang untuk membersihkan tumor supaya tidak berdarah, termasuk mengganti perbannya. “Kalau tidak dipersihkan, berdarah,” jelas Ratna.

Diarsa menuturkan, tumor wajah kali kedua itu muncul 2018 lalu. Awalnya dikira jerawat. Lama-kelamaan malah semakin membesar. Namun tidak langsung diperiksakan ke dokter. Sempat dua kali dibawa ke balian. Diberikan obat berupa minyak. Secara rutin dioleskan. Ternyata tidak ada perubahan. Tumor terus membesar. Tak tahan rasa sakit, ayah tiga anak tersebut memutuskan periksa ke Puskesmas Dawan I, sebelumnya akhirnya disarankan periksa ke RSUP Sanglah Denpasar sebulan lalu.  

Tidak hanya terus membesar, tumor itu juga menimbulkan rasa sakit. Siang hari terasa kesemutan. Malam harinya sakit tak tertahankan. Mata kiri Diarsa juga tak bisa melihat karena tertutup tumor. “Siangnya kesemutan dan sakit. Tetapi malam lebih sakit, sering tidak bisa tidur,” tutur Diarsa ditemui di rumahnya, Selasa (16/7).

Dengan kondisi itu, dia tidak bisa bekerja menafkahi istri dan kedua anaknya.  Untuk memenuhi kebutuhan keluarga itu, mengandalkan istrinya Ni Wayan Suweca yang memelihara seekor sapi dan berkebun pisang, serta anak keduanya Ni Nyoman Sudani yang bekerja di warung makan di Desa Pesinggahan. Sedangkan anak pertama sudah berkeluarga. “Anak saya paling kecil I Wayan Adiarta baru mulai sekolah SMP,” tutur Suweca. Diarsa, lanjut dia, sudah tidak bekerja sejak tumor. Sebelumnya dia bekerja ngirisin tuak. “Kalau suami saya tidak sakit, lumayanlah untuk menghidupi keluarga. Sekarang saya sama anak perempuan saja bekerja,” tandas Suweca.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia