Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diguncang Gempa, Dua Rumah di Buleleng Rusak

16 Juli 2019, 20: 02: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diguncang Gempa, Dua Rumah di Buleleng Rusak

RUSAK: Salah satu rumah yang rusak akibat gempa di Buleleng, Selasa (16/7). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Gempa berkekuatan 6,0 Skala Richter yang berjarak 83 km barat daya Nusa Dua rupanya turut dirasakan hingga ke wilayah Bulelelng. Sebanyak dua rumah semi permanen juga dilaporkan rusak. Beruntung gempa yang terjadi di kedalaman 68 km pada pukul 07.18 Wita itu tak menimbulkan korban jiwa di Bali Utara. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta.

Kerusakan rumah dialami oleh Wayan Ritawan, 40. Rumah semi permanen yang berlokasi di Banjar Dinas Kelod, Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng mengalami roboh pada sebagian atap dan temboknya. Atas musibah itu, Ritawan pun merugi hingga mencapai Rp 25 juta.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh toko ini menuturkan, saat gempa terjadi, rumahnya dalam kondisi kosong. Pasalnya ia sedang pergi bekerja. Sedangkan istrinya, mengantarkan sang anak pergi ke sekolah.

Ketika asyik bekerja, Ritawan merasakan guncangan gempa yang cukup keras. Merasa cemas dengan kondisi rumahnya, ritawan pun langsung meminta ijin kepada bosnya untuk pulang. Tujuannya untuk mengecek kondisi rumahnya.

Benar saja, rasa cemas itupun terbukti. Sesampainya di rumah Ritawan menyaksikan sebagian atap dan tembok rumahnya telah roboh. "Atap yang roboh itu tepat dibagian kamar tidur. Tembok-tembok juga sebagian roboh. Ini rumah sudah tua, umurnya sekitar 20 tahun. Saat dibangun memang tidak ada betonnya, karena tidak punya biaya, asal ada tempat berteduh saja," jelasnya.

Akibat kejadian ini, Ritawan terpaksa mengungsi sementara waktu ke rumah kerabatnya di wilayah Desa Busungbiu. Ia berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan, untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.

Kerusakan juga dialami rumah milik Gede Sutapa 57, yang terletak di Banjar Dinas Dauh Pura, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Sebagian tembok rumahnya yang terbuat dari bata itu roboh. Beruntung Sutapa beserta keluarganya selamat. Ia bergegas lari keluar saat gempa itu terjadi.

"Untuk sementara Pak Sutapa mengungsi ke rumah keluarganya, karena cukup rawan takut bagian atapnya juga ikut roboh. Kerugiannya ditafsir mencapai Rp 25 juta. Sudah kami ajukan ke BPBD," jelas Perbekel Desa Depeha, Made Semara Guna.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana,saat dikonfirmasi,membenarkan dua rumah warga di Buleleng rusak akibat gempa. Untuk sementara,Suyadnyana menaksir kerugian material akibat gempa itu sebesar Rp 50 juta.”Kerugian yang ditaksir setelah dua rumah roboh akibat gempa sebesar Rp 50 juta,karena masing-masing rumah setelah dilakukan pendataan kerusakan senilai Rp 25 juta,”imbuhnya.

Suadnyana mengungkapkan, tingginya intensitas getaran tersebut disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Pihaknya pun meminta agar masyarakat tetap tenang. Dari hasil rapat koordinasi di Palembang dua pekan lalu, pihaknya mendapat informasi bahwa megatrust Indonesia sedang bekerja.

”Informasi dari BMKG dua lempeng bertumbukan yakni lempeng Australia dan lempeng Eurasia. Kedua lempeng ini menghasilkan megatrust sampai 9 skalrichter, jadi setinggi sekali. Karena itu masyarakat kami himbau tetap waspada dan tenang,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia