Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bakar Ilalang, Tiga Palinggih Pura Panti Pasek Gelgel Terbakar

16 Juli 2019, 21: 42: 47 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bakar Ilalang, Tiga Palinggih Pura Panti Pasek Gelgel Terbakar

KEBAKARAN : Kondisi pasca kebakaran melanda Pura Panti Pasek Gelgel, Selasa (16/7). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Sebuah kebakaran menghanguskan tiga pelinggih utamadi Pura Panti Pasek Gegel di Banjar Kelakahan Gede, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Tabanan terbakar pada Selasa (16/7). Kebakaran terjadi diduga akibat adanya percikan api saat pembakaran ilalang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kebakaran tersebug terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Dimana ketika itu salah seorang pegawai villa Butter Play yang ada di dekat lokasi kejadian tiba-tiba melihat api telah membakar bagian atap pelinggih. Saksi kemudian memberitahu warga sekitar. Tak berselang lama seluruh warga mendatangi Pura Pasek Gegel yang diempon oleh 90 KK tersebut untuk memadamkan api sembari membunyikan kulkul bulus. Api akhirnya bisa dipadamkan dengan bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran Tabanan.

Mantan Perbekel Desa Buwit I Wayan Pugeh juga mengatakan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh pegawai villa. Pegawai villa tersebut melihat api sudah membakar pelinggih. Ia pun mengatakan jika penyebab kebakaran tersebut adalah akibat percikan api pembakaran ilalang yang sengaja dibakar usai membersihkan lahan. Ilalang tersebut tepat berada di belakang dan selatan pura seluas 18 are. "Karena ada angin dan lumayan kencang, dan atap pura beratap ijuk maka atap pura yang terkena percikan api dengan cepat terbakar, " jelasnya. 

Dan sesuai dengan informasi yang ia diterima, yang membakar ilalang adalah dua orang buruh dari luar Bali yang dibayar untuk membersihkan lahan milik orang asing tersbut. Namun pasca kebakaran ini pun dua orang buruh tersebut sudah menghilang. "Memang tidak cocok membakar ilalang berdekatan dengan pura," tandasnya.

Sementara itu Kelian Pura Panti Pasek Gegel I Nyoman Subariana mengatakan bahwa pasca kebakaran terjadi seluruh pengempon melaksanakan pembersihan. Ijuk yang terbakar langsung diturunkan untuk dibuang. Bahkan pemangku setempat sudah pergi memohon petunjuk ke sulinggih terkait proses upacara selanjutnya pasca kebakaran. "Kami langsung bersihkan bersama seluruh pengempon," ujarnya sembari mengatakan tak menyangka akan terjadi musibah seperti itu.

Menurutnya, pelinggih yang terbakar masih tergolong bangunan baru. Karena baru dibuat sekitar 7 tahun. Bahkan kondisi atapnya yang terbuat dari ijuk masih tebal. "Melihat kondisi seperti ini, mungkin akan dibangun total, tetapi kami menuunggu paruman dulu," jelasnya.

Ia menyebutkan adapun tiga pelinggih yang terbakar adalah Pelinggih Gedong Hyang Ibu, Pelinggih Ratu Gede Pasek dan Pelinggih Ratu Made. Kondisi ketiga pelinggih tersebut hangus dibagian atap yang terbuat dari ijuk.

Sementara itu Kepala UPT Pemadam Kebakaran Tabanan Ketut Suardi mengatakan jika ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api di TKP. Hingga akhirnya pi bisa dipadamkan sekitar 1 jam. "Awalnya kami dapat informasi dari warga, setelah itu kami kerahkan 3 pemadam ke lokasi. Pemadaman api juga dibantu masyarakat," ujarnya. 

Ditambahkan oleh Kapolsek Kediri AKP Marzel Doni, penyebab kebakaran sementara diduga karena pembakaran ilalang yang menimbulkan percikan api. "Jadi ini kami akan cek dulu bersama Bhabinsa dan pengempon pura, untuk tanyakan secara kekeluargaan dulu," tegasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia