Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diduga Korupsi Dana Pura, Oknum PNS dan Eks Koruptor Ditahan

17 Juli 2019, 17: 30: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diduga Korupsi Dana Pura, Oknum PNS dan Eks Koruptor Ditahan

DITAHAN: I Nyoman Simpul (kanan) bersama I Ketut Ngenteg saat hendak dibawa ke Rutan Kelas IIB Klungkung, Rabu (17/7). (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Oknum PNS Pemkab Klungkung I Nyoman Simpul ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung, Rabu (17/7). Ia ditahan terkait dugaan korupsi dana hibah pembangunan Pura Paibon Wargi Tutuan di Banjar Nyamping, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung. Pegawai Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung itu ditahan bersama I Ketut Ngenteg, 57, warga Banjar Pekandelan, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Mereka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Klungkung.

Penahanan dua tersangka menyusul penyerahahan tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari Sat Reskrim Polres Klungkung kepada Kejari Klungkung. Sebelum ditahan, keduanya sempat diperiksa didampingi kuasa hukum I Wayan Suniata. “Mungkin setelah ditahan kami akan mengajukan penangguhan,” jelas Suniata.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Klungkung I Kadek Wira Atmaja mengatakan, penahanan keduanya sudah sesuai prosedur. Penahanan dilakukan karena khawatir tersangka menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan, dan melarikan diri. Apalagi, tersangka Ngenteg sempat mangkir dari panggilan penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Klungkung. “Antisipasi tersangka melarikan diri, makanya kami tahan saja,” jelas Wira Atmaja. Untuk mengawal kasus itu di persidangan, Kejari menunjuk delapan jaksa penuntut umum.

Kasi Intelijen Kejari Klungkung I Gusti Ngurah Anom Sukawinata menambahkan, Simpul dan Ngenteg disangkakan pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Keduanya secara bersama-sama diduga korupsi dana hibah Provinsi Bali 2014 untuk pembangunan Pura Paibon Wargi Tutuan di Banjar Nyamping, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungung. Modusnya, mereka membuat pertangungjawaban fiktif. Seolah-olah laporan itu benar. Perbuatan keduanya merugikan keuangan negeri Rp 70 juta.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Klungkung mengatakan, penyerahan tahap dua sedianya dilaksanakan Senin (15/7) lalu. Namun hanya Simpul yang memenuhi penggilan penyidik. Sedangkan Ngenteg mangkir.  Sat Reskrim akhirnya melakukan upaya paksa dengan menjemput Ngenteg di rumahnya Senin malam. “Siangnya kami hubungi tidak bisa, iya kami jemput di rumahnya Senin malam,” jelas Mirza Gunawan.

Dalam kasus itu, Simpul merupakan ketua panitia pembangunan. Pada proposal disebutkan dana akan dipakai perbaikan tembok serta beberapa palinggih. Namun setelah uang cair, justru tidak digunakan sebagaimana tertuang dalam proposal. Simpul  mengajukan proposal tanpa sepengetahuan pangempon pura di sana. Dia mencatut pengempon Wayan Sarna sebagai sekretaris panitia. Tanda tangan Sarna dipalsukan. Sedangkan sebagai bendahara dicantumkan istrinya Simpul,  Ni Wayan Karsani.

Dalam menyusun pertanggungjawabannya, Simpul kerja sama dengan Ngenteg membuat laporan fiktif. Mereka mencantumkan foto Pura Panti Pande Tusan di Desa Nyalian. Seolah-olah itu Pura Paibon Wargi Tutuan yang sudah selesai dibangun. 

Sekadar diketahuui, kedua tersangka ini sama-sama pernah dipenjara. Simpul pernah dipenjara kasus penipuan. Sedangkan Ngenteg dipenjara kasus korupsi. Mantan Sekretraris DPC PDI Perjuangan itu penah dipenjara dua tahun.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia