Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Siswa SMA Tewas Gantung Diri, Sempat Kirim Pesan Minta Dijemput

17 Juli 2019, 17: 49: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Siswa SMA Tewas Gantung Diri, Sempat Kirim Pesan Minta Dijemput

TKP: Polisi menunjukkan TKP gantung diri di Lingkungan Sangkanbuana, Semarapura Kaluh, Klungkung, Rabu (17/7). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Kasus gantung diri terjadi di perumahan wilayah Lingkungan Sangkanbuana, Kelurahan Semarapura Kauh, Klungkung. Pande Made Susila,15, seorang siswa kelas XI SMAN 2 Semarapura ditemukan gantung diri di garase rumahnya sekitar pukul 08.00, Rabu (17/7). Anak Kepala LPD Desa Adat Sogra, Kecamatan Selat, Karangasem I Wayan Putra, 42, itu sempat dilarikan ke RSUD Klungkung. Namun nyawanya tak tertolong.

Belum dipastikan motif remaja tersebut melakukan ulah pati.  Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), remaja tersebut tinggal di rumah itu seorang diri. Ia diketahui gantung diri setelah mengirim pesan elektronik Whatsapp (WA) kepada ayahnya sekitar pukul 07.09. Dalam pesannya, remaja yang semasa hidup dikenal pendiam tersebut meminta dijemput. Namun ditekankan agar ayahnya mengajak karyawan supaya tidak nyetir mobil sendiri.

Dia meminta ayahnya tidak memberitahu pesan itu kepada ibunya. Termasuk agar langsung mengajaknya pulang ke Sogra. “Cuma pesan itu saja. Bapaknya sudah tidak berikan membalas. Bapaknya langsung ke Klungkung bersama iparnya. Ditemukan sudah gantung diri,” ujar paman korban I Ketut Alit Mawa, 35.  Setahu dia, keponakannya tidak ada masalah dalam keluarganya. Bahkan sering pulang ke Sogra. “Ini yang kami belum tahu kenapa bisa begini (gantung diri),” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Salah satu tetangganya, Ni Putu Lilik Rahayu Dewi tak menyangka remaja ramah tersebut mengakhiri hidup dengan gantung diri. Meski tak sering ngobrol, namun setiap bertemu Lilik selalu disapa. Dilihat dari orang-orang yang ke sana, remaja itu diperkirakan mudah bergaul. Sering ada teman laki-laki sebayanya datang ke rumahnya. “Kalau ketemu saya, biasanya Pande ini nyapa, “Ibu” begitu dia. Kalau ngobrol memang tidak pernah,” tutur Lilik. Ia pun kaget, saat ayahnya datang, Pande sudah gantung diri.  

Kapolsek Klungkung Kompol I Wayan Sarjana membenarkan Pande tewas gantung diri. Ia juga membenarkan pesan WA yang dikirim Pande kepada ayahnya. Begitu melihat anaknya dalam posisi gantung diri langsung dilarikan ke RSUD Klungkung. “Karena tubuhnya masih dalam keadaan hangat, korban dibawa ke RS Klungkung. Tapi tidak tertolong,” ujar Sarjana.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia