Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dirawat di Sanglah, Sengod Disodori Biaya Operasi Wajah Rp168 Juta

17 Juli 2019, 20: 38: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dirawat di Sanglah, Sengod Disodori Biaya Operasi Wajah Rp168 Juta

OPERASI : Terbaring di ruang Medical Surgery RSUP Sanglah, Denpasar, Sengod menunggu jadwal operasi. (AYU AFRIA ULIFA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Korban penganiayaan gagang cangkul, I Nyoman Sengod, 43, warga asal Banjar Bau Kawan Desa Nawakerti, Kecamatan Abang Karangasem kembali dirawat di Ruang Medical Surgery 206 RSUP Sanglah sejak Selasa (16/7) pukul 14.00. Sebelumnya korban sempat dibawa pulang oleh keluarga lantaran tidak sanggup membayar biaya operasi yang rinciannya mencapai Rp 150 juta.

“Pagi kemarin katanya ada yang mau bantu dari DPRD Bali. Orangnya asal Karangasem. Jadi alasannya ke sini lagi karena ada bantuan itu. Ada yang bantu. Kemarin sudah nelepon. Anak buahnya bapak itu sudah ke sini. Kalau nggak ada yang bantu, ya saya nggak ke sini. Buat makan aja susah,” ungkap anak pertama korban, I Gede Badung, 23.

Laki-laki yang kesehariannya sebagai pemanjat kelapa dengan dua istri ini sempat di rawat di RSUD Karangasem sebelum akhirnya dirujuk dari RS Bali Mandara ke RSUP Sanglah. Sengod langsung diterima di IGD RSUP Sanglah dan dinyatakan akan segera dioperasi. Keluarganya pun disodori rincian biaya sebesar Rp 150 juta untuk operasi baik kaki, kepala maupun wajah korban. Namun karena merasa tidak ada biaya, Sengod kemudian diajak pulang.

“Di sini cukup mahal biayanya. Makanya saya bawa pulang waktu itu. Saat itu saya minta rincian biaya, dimintai Rp 150 juta, itu belum termasuk obat dan kamar,” jelasnya.

Sedangkan usai dibawa pulang ke rumah, Sengod kembali masuk rumah sakit di RSUD Karangasem dan kembali dirujuk ke RSUP Sanglah karena kondisinya yang parah. Kedua kalinya dirujuk, biaya operasi yang disodorkan malah di luar dugaan.

Pengakuannya, rincian yang diterima dari pihak rumah sakit yang awalnya ditunjukkan kisaran Rp 150 juta, malah membengkak. Untuk operasi muka saja biaya mencapai Rp 168 juta, sedangkan untuk operasi kaki Rp 76 juta. “Kemarin dibilangi segini. Sekarang lain lagi, ndak tahu saya,” terangnya.

Sengod mengalami patah tulang hidung, retak tulang wajah, patah dan hancur tulang kaki kirinya. Bahkan hingga saat ini belum bisa membuka matanya. Makannya pun hanya bubur. “Kalau ini terus membaik, kata dokter akan segera dioperasi. Tapi kalau tidak, ya masih menunggu di sini,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas RSUP Sanglah I Dewa Ketut Kresna menyampaikan, operasi di kepala korban belum emergency. Justru patah kakinya yang harusnya lebih dahulu dilakukan. Pasien, diakuinya, memang mengalami cidera kepala dan kaki. Pihaknya pun menampik nilai jutaan yang dibanderolkan untuk operasi terhadap korban. “Kalau begitu, nggak sampai segitulah. Sekarang lagi pemulihan kondisi,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan Sengod sempat sehari dirawat di RS Bali Mandara sebelum akhirnya dirawat di RSUP Sanglah. Lantaran keterbatasan biaya, keluarga Sengod memutuskan untuk membawa pulang korban dan merawatnya di rumah. Sengod menjadi korban emosi tetangganya I Nyoman Giri, 47, dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya akibat pukulan gagang cangkul pada Sabtu (13/7). Penganiayaan tersebut terjadi karena korban disebutkan menantang pelaku lebih dahulu.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia