Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali
Kasus Pemerkosaan Notaris

Korban Diperkosa, Disodomi, Dipaksa Masukkan Timun, Pare, dan Terong

17 Juli 2019, 22: 40: 18 WIB | editor : Nyoman Suarna

Korban Diperkosa, Disodomi, Dipaksa Masukkan Timun, Pare, dan Terong

ilustrasi (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARANG -  Aksi yang tidak manusiawi dilakukan terdakwa Rimbawan kepada korban T. Berdasar dakwaan jaksa yang didapatkan koran ini dari berbagai sumber, disebutkan korban juga mengalami kekerasan sodomi. Kejahatan Rimbawan lain, memaksa saksi korban T untuk buang air besar di sebuah kotak sambil memelototi kotoran yang keluar dari dubur saksi korban. Memaksa saksi korban T untuk menjilati anus terdakwa, namun saksi menolaknya sehingga terdakwa menjadi marah dan mencengkeram keras leher saksi korban T dan menyakiti badannya.

Memaksa saksi korban T untuk menggunting rambut kemaluannya lalu terdakwa memasukkan rambut kemaluannya saksi korban T tersebut ke dalam kaleng kecil berwarna hitam yang kemudian disimpan olehnya.

Sering memaksa saksi korban T untuk belajar orgasme dan menyiksanya apabila ia tidak terlihat menikmati hubungan seks dengan terdakwa. Bahkan pernah pada 16 Maret 2018, terdakwa Rimbawan mencari korban ke halaman parkir tempat kuliah dan melecehkan korban di mobil. Bahkan memaksa membuka celana dalam korban di dalam mobil. Setelah aksinya di halaman parkir kampus, berlanjut pada sore harinya di rumah korban pukul 17.00 WIB dalam posisi rumah kosong. Terdakwa membawa plastik berisi wortel, terong dan pare serta ada kondom dan V-gel. Korban dipaksa masturbasi dengan tiga jenis sayur itu dan direkam oleh terdakwa. Dengan wajah yang tidak boleh menderita.

Ketika mau mengulangi lagi masturbasi dengan terong, pare dan timur, ibu korban datang. Saat itu terdakwa pura–pura memarahi korban, dengan alasan tidak mengabari dan sulit dihubungi saat kuliah. Ibu korban ikut memarahi korban. Korban juga mengaku punya pacar dan terdakwa meminta memutuskan pacar itu. Setelah korban merasa tidak kuat dengan kondisi ini, akhirnya ia mengadukan masalah ini ke neneknya dan melaporkan kasus ini. Namun anehnya, si ibu JM yang juga seorang notaries, malah menikah dengan terdakwa dan memihak ke terdakwa.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban T mengalami luka akibat kekerasan tumpul berupa robekan lama di selaput dara dan jaringan parut pada daerah di sekitar lubang dubur sebagaimana kesimpulan dalam Visum et Repertum Nomor : 164/B.62/Rf-L/XI/2008 tertanggal 21 November 2018.

Di  tubuh korban/terperiksa tidak ditemukan luka-luka kepala, leher, dan seluruh anggota gerak. Namun ditemukan adanya robekan-robekan lama di selaput dara akibat kekerasan tumpul yang melewati liang senggama (penetrasi) lama.

Koran ini berusaha mengkonfirmasi kasus ini kepada Ketua INI (Ikatan Notaris Indonesia) Bali, Gede Semester Winarno, namun ponselnya dalam keadaan tidak aktif. Berulang kali dihubungi, ponselnya tidak aktif.

(bx/art/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia