Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Telan Kokain Senilai Rp 2,3 Miliar, Warga Peru Ditangkap

19 Juli 2019, 23: 00: 05 WIB | editor : Nyoman Suarna

Telan Kokain Senilai Rp 2,3 Miliar, Warga Peru Ditangkap

SIAP EDAR: Guido Torres Morales (dua dari kiri) dan Vadi Prama Taslim diapit dua petugas. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Bali masih jadi sasaran empuk peredaran narkotika jaringan internasional. Kali ini, Bea Cukai Ngurah Rai menggagalkan penyelundupan kokain yang dilakukan seorang warga negara Peru, Guido Torres Morales, 55. Dari tangannya, disita barang bukti berupa 950 gram kokain.

Dari keterangan Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Himawan Indarjono, pada Rabu (26/6) pukul 16.00 tersangka Guido ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pria yang berprofesi sebagai Sistem Analis ini datang ke Bali dengan menumpang pesawat Emirates EK 450 rute Dubai-Denpasar.

Setelah melewati pemeriksaan x-ray, petugas melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaan milik yang bersangkutan. Lantaran dicurigai adanya barang narkotika, petugas kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan badan dan rontgen di rumah sakit.

 “Indikasi adanya benda mencurigakan di dalam saluran pencernaan tersangka. Setelah dilakukan upaya pengeluaran, kedapatan bahwa benda mencurigakan di dalam saluran pencernaan tersebut jenis kokain yang dikemas dalam 125 bungkusan plastik seberat 950 gram. Tersangka menggunakan modus swallow (telan),” jelas Himawan.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Bali AKBP Debby Asri Nugroho kepada Bali Express (Jawa Pos Group) menyampaikan, kokain tersebut akan diedarkan di Bali, dengan jaringan terputus. Tersangka juga tidak mengakui di mana menelan bungkusan kokain tersebut. “Alamat tidak jelas, tetapi menuju ke salah satu hotel di Denpasar,” jelasnya.

Tersangka sendiri tidak mengaku berapa diupah. Hanya saja petugas menemukan uang pribadi miliknya sebesar 100 USD dalam bentuk pecahan 20 dolar Amerika (USD) di saku celana. Kokain 950 gram ini ditaksir memiliki nilai edar mencapai Rp 2,3 miliar dengan perkiraan nilai konsumsi sebanyak 4.750 orang. Tersangka kemudian dijerat Pasal 102 huruf (e) juncto Pasal 103 huruf (c) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan juncto Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman pidana mati.

Bea Cukai juga menahan Vadi Prama Taslim, 29, warga asal Lampung. Vadi ditangkap oleh Tim Gabungan Bea Cukai dan Polda Bali setelah petugas melakukan upaya control delivery terhadap penerima paket Asal Jerman pada Kamis (4/7) di Kantor Pos Besar Renon Denpasar. Biji ganja tersebut terdeteksi dalam kiriman paket nomor karal LC1000580199 berupa buku setelah melewati X-Ray. Dalam paket tersebut terdapat plastik klip bening berisi 4 biji tanaman ganja dengan total seberat 0,08 gram.

Vadi dijerat Pasal 102 huruf (e) juncto Pasal 103 huruf (c) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan juncto Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia