Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Miliaran Uang Nasabah Raib, Nabung Rp 200 Juta Ditulis Rp 200 Ribu

20 Juli 2019, 09: 02: 34 WIB | editor : I Putu Suyatra

Miliaran Uang Nasabah Raib, Nabung Rp 200 Juta Ditulis Rp 200 Ribu

MENUNTUT HAK: Puluhan nasabah saat melakukan aksi demo menuju Kantor Koperasi Serba Usaha (KSU) Dana Asih, di Banjar Negari, Desa Singapdu Tengah, Sukawati kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Puluhan warga melakukan aksi demonstrasi di Kantor Koperasi Serba Usaha (KSU) Dana Asih di Banjar Negari, Desa Singapdu Tengah, Sukawati kemarin (19/7). Puluhan miliar dana milik warga tidak bisa diambil.

Setidaknya, tercatat Rp 21,8 miliar dana milik nasabah yang merupakan warga setempat yang tak bisa ditarik. Tidak cuma menuntut uang kembali, warga juga menyebut ada indikasi korupsi terhadap dana puluhan miliar itu oleh ketua KSU tersebut.

Kuasa hukum para nasabah, I Wayan Koplogan Antara, menyebut, ada sekitar 400-an nasaba koperasi. “132 orang nasabah memberikan kuasa kepada saya. Sedangkan KSU tersebut beroperasi sejak 2002 lalu. Setiap dihubungi ketua KSU yaitu I Made Jaya Antara, kalau tahu nasabah pasti dimatikan,” jelasnya.

Mirisnya, kebanyakan nasabah bukan dari kalangan berada. Mayoritas berprofesi sebagai buruh dan tukang ukir. KSU Dana Asih diketahui tutup sejak tiga bulan lalu. Dan saat itu pula uang nasabah tidak bisa ditarik. Indikasi korupsi terasa ketika salah satu nasabah hendak mengambil uang malah tidak bisa. Pihak koperasi menyebut dananya tidak ada dan beragam alasan lain.

Koplogan juga mengungkapkan, berdasar informasi yang diperoleh, dana nasabah malah digunakan untuk mengurus istri Ketua KSU Dana Asih yang sedang sakit. Selain itu digunakan untuk membeli rumah, sebagai investasi tanah namun merugi. Sedangkan sekarang aset tersebut tidak ada yang tersisa lagi.

“Ini kami tanya dulu lewat unjuk rasa, rencananya juga akan dilaporkan ke Polres Gianyar. Kami akan koordinasi dulu dengan Polres Gianyar. Karena modusnya, ada nasabah nabung Rp 200 juta, malah ditulis Rp 200 ribu, sampai rumah baru ngeh nasabahnya,” terang Wayan Koplogan.

Aksi demo itu pun berawal dari sebelah timur Pasar Negari, Desa Singapadu Tengah pada pukul 09.30. Selanjutnya mereka bersama - sama berjalan ke KSU Dana Asih dengan jarak  lebih kurang 100 meter. Bahkan mereka membawa alat peraga, yaitu dua buah sepanduk yang bertuliskan “Usut Tuntas Koruptor RP 22 Miliar I Made Jaya Antara dan antek-anteknya dan Sita Aset-Asetnya”.  Sedangkan lagi satu bertuliskan “Tangkap dan Adili I Made Jaya Antara dan Antek-Anteknya Koruptor Dana Nasabah KSU Dana Asih Rp 22 Miliar”.

Sedangkan koordinator aksi, I Nyoman Diarta dalam orasinya menyatakan bahwa dirinya datang beserta nasabah lainnya untuk menyampaikan aspirasi mereka. Mereka pun berharap agar Ketua KSU Dana Asih bertanggungjawab untuk mengembalikan uang para nasabah.  Selain itu mereka juga mengharapkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Gianyar untuk bisa mengusut tuntas kasus tersebut.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia