Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi Lanjutkan Proses Kasus Kompor Mayat Maut di Negari

20 Juli 2019, 09: 55: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Polisi Lanjutkan Proses Kasus Kompor Mayat Maut di Negari

KORBAN KOMPOR MAYAT: Salah satu korban kompor mayat Negari saat dirujuk ke RS Sanglah beberapa waktu lalu. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Polsek Banjarangkan, Klungkung memastikan proses hukum peristiwa warga terbakar hingga dua orang meninggal dunia disambar api kompor saat ngaben massal di Desa Adat Negari, Minggu (7/7) lalu, tetap berlanjut. Hal itu diungkapkan Kapolsek Banjarangkan AKP I Ketut Suaka Punawasa, Jumat (19/7).

“Proses masih berlanjut,” tegas Suaka.

Menurutnya, sudah ada enam orang diperiksa sebagai saksi. Terdiri dari warga yang ada di lokasi saat kejadian. Termasuk tukang kompor mayat, Ngakan Nyoman Berata. Meski tak menjelaskan secara rinci, kapolsek yang belum sebelum memimpin Polsek Banjarangkan itu mengatakan bahwa Ngakan mengakui kelalaiannya mengoperasikan kompor mayat hingga menyambar kerumunan warga yang hadir saat ngaben massal di setra Desa Adat Negari. “Nanti kami perdalam lagi,” ujarnya.

Sedangkan keluarga korban meninggal belum ada diperiksa. Itu karena masih berduka. Selain itu, polisi juga belum menerima laporan resmi kejadian tersebut. “Laporan resmi itu perlu sebagai dasar kami menangani. Tapi sebelum ada laporan, kami sudah bergerak,” tandas perwira dengan tiga balok di pundak itu. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan. Salah satunya kompor mayat.

Diberitakan sebelumnya, ngaben massal di Desa Adat Negari, Minggu (7/7) lalu, buyar.  Hal itu karena gas kompor mayat menyambar kerumuman warga. Kejadian nahas itu berawal ketika selang kompor mauat mampet. Setelah diganti, gasnya menyambar kerumuman warga yang diduga dupa menyala di sana. Enam warga dilaporkan mengalami kebakaran. Dua di antaranya mengalami luka serius. Yakni warga Negari I Wayan Murdika, 46, dan Cokorda Suarma Putra,68, asal Banjar Tegal Suci, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar. Kedua korban ini dilarikan ke RSUD Klungkung, selanjutnya dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.

Empat hari dirawat di RSUP Sanglah, Murdika meninggal dunia di sana. Begitupula Cokorda Suarma Putra, meninggal dunia di rumah sakit setempat, Kamis (18/7) lalu. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia