Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Amblas di Susut makin Lebar

20 Juli 2019, 10: 46: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Amblas di Susut makin Lebar

NYARIS PUTUS: Sisi selatan jalan dipagari tanda supaya pengendara hati-hati karena tanah pondasi jalan amblas. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Warga Dusun Selat Peken, Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli, khawatir terhadap kondisi jalan penghubung dua dusun yang sedikit demi sedikit rusak. Bagian sisi jalan penghubung Banjar Selat Peken dengan Selat Tengah, Desa Susut perlahan amblas. Ini diakibatkan oleh gerusan air hujan yang tidak pernah henti enam bulan lalu. Hingga kini, jalan itu belum diperbaiki.

Pengendara mesti hati-hati. Sebab titik amblas berada di sisi badan jalan yang langsung mengarah ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter. Lokasi berada persis di sebelah selatan Pura Puseh desa setempat. Warga memasang tanda penghalang dengan bambu supaya warga tidak terperosok. Di sana juga tidak ada lampu penerang jalan dan dipastikan gelap saat malam.

Jalur itu memang sudah diisi pagar pembatas jurang. Tapi kondisi saat ini makin berbahaya. Pondasi pagar ikut tergerus tanah. Diameter lubang juga terpantau makin lebar.

Jalan ini merupakan akses dari Desa Susut, Kecamatan Susut menuju Gianyar dan Kintamani. Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Jumat (19/7), jalur ini cukup banyak dilalui truk-truk bermuatan besar. Kendaraan harus mengalah ketika berpapasan di dekat titik amblas.

Kepala Lingkungan Selat Peken I Nyoman Kandra berharap ada perbaikan secepatnya. Warga khawatir lubang tersebut makin lebar kalau tak kunjung diperbaiki. Seperti jalan di Desa Sulahan, Susut, sudah terputus akibat hujan deras.

Kandra mengungkapkan, jalan itu sudah berlubang sejak enam bulan lalu. Awalnya ukurannya sebesar kelapa. Karena tak diperbaiki, lubang tersebut terus menggerus bagian pinggir jalan. Kemudian, tanah di sebelah selatan jalan ikut amblas dan menggerus pondasi pagar pembatas jurang. 

"Di sini hujan tidak tentu. Kadang panas, kadang kalau hujan, bisa seharian hujan terus. Makanya jalan cepat amblas karena air hujan. Tanah jurangnya longsor," kata Kandra.

Kata Kandra, jalan itu berstatus jalan kabupaten. Warga bersama perangkat banjar sudah mengusulkan perbaikan ke desa. Karena aturan, pihak desa menyerahkan keputusan ke pemerintah kabupaten. "Kalaupun ada dana, kewenangan sudah beda," ketusnya.

Jalur ini begitu penting bagi warga Banjar Selat Peken. Warga setempat lebih dekat menuju Denpasar jika melalui jalur ini. Apabila ke Kota Bangli, tentu jaraknya lebih jauh. Maklum, desa ini letaknya di pinggiran kabupaten, lebih dekat dengan Gianyar. "Kalau ke Denpasar, jalan ini amblas, kami harus memutar. Beda jauh jaraknya. Jalan ke Bangli berliku. Lewat jalan ini (amblas) lebih cepat," pungkasnya.

Hingga Jumat kemarin malam, koran ini berusaha menggali informasi ke Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pemukiman Bangli. Namun Kepala Dinas I Wayan Lawe maupun sekretaris dinas I Made Soma, belum dapat dimintai keterangan. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia