Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pertama ke Bali, ATM Tertelan, Tabungan Wisatawan Prancis Dikuras

25 Juli 2019, 20: 27: 30 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pertama ke Bali,  ATM Tertelan, Tabungan Wisatawan Prancis Dikuras

ilustrasi (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Seorang wisatawan asal Prancis berinisial JP, 36, mendatangi Polda Bali, Kamis (25/7) pagi untuk melaporkan kejadian skimming yang dialaminya hingga kehilangan uang sekitar 1494,27 Euro.

Kepada Koran ini, korban mengaku baru pertama kalinya datang ke Bali pada bulan Juni 2019. Korban juga bolak-balik Jakarta, Singapore dan sempat beberapa hari menghabiskan waktu di Nusa Lembongan.

Korban sadar uangnya habis dikuras diduga oleh pelaku skiming usai kartu ATM-nya tertelan di ATM Mandiri, Rabu (24/7). “Saya melakukan transaksi saat itu di ATM Burger King Jalan Sunset Road, tetapi kartu ATM tidak bisa keluar. Lalu saya lakukan pemblokiran,” ujar korban di Mapolda Bali.

Usai melakukan pemblokiran, korban kemudian meminta record bank, terkait transaksi keuangannya sejak di Bali. Setelah mendapatkan laporan dari bank, korban kaget lantaran terjadi penarikan sejumlah Euro 16 kali dari rekeningnya. “Saya tidak melakukan penarikan itu, makanya saya mau tunjukkan bukti kepada polisi. Ini skimming,” ujarnya.

Dalam laporan bank yang diterimanya, tercatat sejak kedatangannya ke Bali telah terjadi penarikan sejumlah uang pada Minggu (14/7) sebanyak 68,21 Euro di salah satu ATM di wilayah Denpasar. Sementara korban saat itu berada di Nusa Lembongan sejak tanggal 12 sampai 19 Juli 2019.

Kemudian pada Selasa (16/7), kembali telah terjadi dua transaksi di salah satu ATM di wilayah Denpasar dengan total 138,02 Euro. Pada Jumat (19/7) kembali terjadi penarikan sejumlah 68,84 Euro. Lagi- lagi dari salah satu ATM di wilayah Denpasar, sementara korban sedang liburan ke Amed, Karangasem.

Tak berselang lama, kembali terjadi 12 kali penarikan illegal dari rekeningnya pada Senin (22/7) dari ATM di Swalayan Hardys Mall Denpasar dengan total mencapai 1224,36 Euro. “Saya ada di Seminyak saat itu dan tidak pernah ke Hardys Swalayan itu. Di mana letaknya saja saya tidak tahu,” ujarnya.

Korban mengalami kerugian sebesar 1494,27 Euro atau jika dirupiahkan lebih kurang Rp 23 juta. Atas kejadian ini,  korban langsung mendatangi Mapolda Bali melaporkan kejadian yang dialaminya. Pihaknya juga ingin memastikan bahwa aparat benar-benar melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Apalagi kejadian ini banyak menimpa para wisatawan yang datang ke Bali.

“Bagaimana saya bisa memastikan jika kepolisian Anda akan dan benar-benar menginvestigasi masalah semacam ini? Apakah mereka benar-benar akan melakukannya?. Mereka memasang kamera di mesin ATM. Sementara mungkin perlu melihat rekaman CCTV di lokasi yang disebutkan di laporan bank saya,” ucap korban yang juga berprofesi sebagai sales IT ini kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Bersamaan dengan korban melapor, sumber petugas juga menyampaikan bahwa satu orang warga negara asing juga tengah melaporkan kejadian serupa yang dialaminya. “Kejadian ini sering terjadi. Dan kami juga sudah menangkap beberapa pelaku. Yang terakhir  kan yang asal Bulgaria itu. Namun siapa otak pelakunya, masih kami selidiki,” terang petugas.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news