Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Karena Malu, Anak Pincang Dihajar Bapak Hingga Patah Tulang

28 Juli 2019, 22: 53: 37 WIB | editor : Nyoman Suarna

Karena Malu, Anak Pincang Dihajar Bapak Hingga Patah Tulang

PATAH: : Kaki bocah korban penganiayan oleh ayah kandungnya di Karangasem. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, KARANGASEM - Seorang laki-laki berinisial KA asal Desa Manggis, Karangasem diduga tega melakukan penganiayaan terhadap buah hatinya sendiri PSM, 11, di rumahnya. Akibatnya, tulang paha kiri PSM patah. Disebut, sudah bertahun-tahun KA berperilaku kasar terhadap darah dagingnya sendiri.

Menurut keterangan sumber koran ini, KA sudah sempat dimintai klarifikasi oleh Unit Reskrim Polres Karangasem, Jumat malam (26/7), sejak perilaku kejinya melakukan KDRT terendus. Sayangnya, terduga pelaku KA sedikit pun tak mengakui perbuatannya.

“Nggak ngaku, malah anaknya ini dikatakan jatuh dari pohon, sampai dia menghadirkan beberapa saksi tetangganya yang tidak tahu apa-apa untuk mengakui anaknya jatuh,” ujar sumber yang enggan dikorankan namanya, Minggu (28/7).

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), sumber tersebut menyampaikan bahwa kejadian saat itu bermula ketika adik korban tengah rewel karena sedang sakit. Korban yang sedang makan menjadi pelampiasan emosi KA. “Jadi korban ini memang sering gangguin adiknya. Tapi pada hari kejadian itu, korban tidak mengganggu adiknya. Adiknya kan sedang sakit. Singkatnya, korban waktu itu sedang makan. Lalu pelaku ini marah dengan mengatakan korban gangguin adiknya,” urai sumber di kepolisian.

Dijelaskan pula, KA sempat melontarkan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan sebagai seorang ayah. Hingga KA menghajar darah dagingnya sendiri dengan keji. “Intinya malu karena kondisi kaki korban pincang dan mengecil sebelah,” ungkap sumber koran ini.

Padahal, kaki yang dibilang pincang tersebut, juga merupakan efek dari penganiayaan yang dilakukan KA dua tahun lalu. Sehingga ada masalah di bagian otot pinggul korban dan berakibat salah satu kakinya tidak berkembang sempurna.

“Korban dibanting, dipukul pakai tangan kosong itu, sampe tulang paha patah. Tulang paha kan tulang paling besar dalam tubuh kita, sampai bisa patah, saya nggak bisa bayangkan. Kena selangkangannya juga, sebelum itu kan juga dipukul pakai kawat gantungan baju bagian punggungnya,” ujar sumber.

Penganiayaan tersebut,  kata sumber terpercaya, selalu dilakukan di dalam rumah, sehingga tidak banyak yang tahu. Hingga kejadian terkaparnya korban saat pahanya patah, KA pun dipastikan mengetahui kondisi tersebut. Korban dibawa langsung ke RSUP Sanglah, Kamis (25/7).

Dari informasi yang dihimpun, KA memang kerap melakukan KDRT terhadap istri dan ketiga anaknya. Sudah selama 12 tahun KA ringan tangan kepada keluarganya. Pun, kejadian ini dilakukan berulang-ulang sejak PSM berumur 2 tahun.

“KA memang sempat dimintai keterangan di Polsek Manggis. Tapi memang belum ada laporan resminya. Korban ini luka patah tulang paha kiri, kepala sakit karena keseringan dijambak dan telinga kirinya memar parah,” jelas sumber.

Untuk diketahui, petugas sudah melakukan BAP terhadap korban, dan tinggal menunggu hasil visum. Terduga pelaku KA pun memang belum ditahan.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia