Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Lahir di Toilet Kampus, Bayi Dibekap Lalu Dilempar ke Kolam Sudirman

01 Agustus 2019, 18: 59: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lahir di Toilet Kampus, Bayi Dibekap Lalu Dilempar ke Kolam Sudirman

RILIS : Polisi merilis pelaku pembuang orok di kolam proyek Kompleks Pertokoan Grand Sudirman, Panjer, Kamis (1/8). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Simprosa Dobe, 20, pelaku pembuangan bayi di kolam proyek Kompleks Pertokoan Grand Sudirman, Panjer, Denpasar Selatan rupanya melahirkan saat mengikuti ujian di kampusnya, Jumat (19/7) pukul 10.30.

Hal tersebut diakuinya setelah diinterogasi oleh petugas Polsek Denpasar Selatan. Dari pengakuannya, sudah lebih dari setahun Dobe menjalin hubungan asmara dengan laki-laki berinisial PW, asal Aeramo, NTT. 

"Belum sempat mengikuti ujian, pelaku sudah merasakan nyeri di pinggang bagian belakangnya. Lalu tersangka izin ke toilet," terang Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan, Kamis (1/8).

Saat duduk di atas toilet lantai dua, 15 menit kemudian tersangka mulai merasakan darah akan keluar dari vaginanya. Rupanya saat itu kepala bayi sudah mulai keluar. Tersangka yang kaget terus mengeden hingga bayi lahir dengan sempurna.

"Keluar langsung menangis. Bayinya langsung dibekap dengan tangan kiri. Setelah ari-arinya keluar, bekapannya baru dilepas," ujarnya.

Setelah bekapan pertama lepas, si bayi justru menangis lebih keras, hingga tersangka kembali membekapnya sampai bayi tidak sadar. 

Setelah itu tersangka meletakkan bayi dan ari-arinya di atas bak kamar mandi. Dan mulai membersihkan ceceran darahnya. Bayi kemudian terjatuh ke lantai. Tersangka lalu mengambil dan meletakkannya kembali di atas bak mandi. Namun bayi kembali jatuh hingga tersangka menentengnya di bagian leher untuk dibersihkan dengan air.

"Bayi dan ari-ari dibungkus jas almamater. Langsung dirangkul dengan tangan. Kemudian tersangka keluar dari toilet," terangnya.

Usai keluar dari toilet, pelaku lalu membuang bayinya dengan cara dilempar ke kolam proyek. Lantaran tidak membawa pembalut, tersangka kembali ke laboratorium untuk meminta bantuan kepada temannya agar diantar pulang.

Temannya kemudian menawarkan pembalut yang dibawanya, hingga dipakai oleh tersangka, sembari menunggu rekannya selesai ujian, untuk mengantarkannya pulang.

"Tersangka panik, tidak tahu kalau dia hamil. Tidak pernah mengecek kehamilan. Karena pengakuannya terakhir datang bulan bulan Maret 2019," jelasnya.

Tersangka kini dijerat Pasal 80 Ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 51 tahun penjara.

Sebelumnya Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan menangkap seorang mahasiswi semester II di salah satu perguruan tinggi di Denpasar di kosannya Jalan Tukad Gerinding Gang Badik, Panjer pada Senin (22/7).

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news