Sabtu, 21 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Dilanda Kekeringan, Petani Subak Segeh Merugi

02 Agustus 2019, 16: 14: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dilanda Kekeringan, Petani Subak Segeh Merugi

KERING: Kondisi sawah salah satu petani di Subak Segeh, Desa Kaba Kaba, Kediri, yang kekeringan, Kamis (1/8) kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Tanaman padi petani di Subak Segeh Desa Kaba Kaba, Kecamatan Kediri, mengalami kekeringan sejak 10 hari belakangan ini. Hal itu mengakibatkan petani merugi, lantaran padi yang baru berumur satu minggu tersebut layu dan mati. 

Seperti halnya yang diungkapkan salah seorang petani setempat, I Wayan Kanok. Ia menuturkan, padinya yang baru ditanam satu minggu lalu layu dan mati karena kekeringan. “Saya baru tanam padi satu minggu yang lalu, dan sekarang sudah layu hingga mati akibat kekeringan,” ungkapnya Kamis (1/8) kemarin.

Ia menyebutkan, kekeringan terjadi sekitar 10 hari belakangan ini. Kondisi tersebut sering kali terjadi ketika musim kemarau tiba. Terlebih Subak Segeh tidak memiliki bendungan, dan mengandalkan air pembuangan dari Subak Kekeran.

Akibatnya ia pun mengalami kerugian produksi mulai dari ongkos traktor dan ongkos tanam. “Ongkos traktor yang harus saya bayar sebesar Rp 900 ribu. Sedangkan ongkos tanam Rp 700 ribu. Jadi saya sudah rugi Rp 1,6 juta,” papar pria yang akrab disapa Pan Bintang tersebut.

Tidak saja padi miliknya yang layu dan mati karena kekeringan, padi petani di Subak Segeh lainnya yang berjumlah sekitar 28 petani juga terancam mati dan gagal panen. 

Atas kondisi tersebut, ia berharap perhatian dari pemerintah daerah. “Harapan kami pemerintah membantu petani mesin penyedot air, agar bisa dipakai menyedot air dari sungai. Kebetulan jarak Sungai Yeh Penet dengan Subak Segeh sekitar 30 meter,” jelasnya. 

Mesin penyedot air yang diharapkan berkapasitas besar, agar mampu mengaliri seluruh Subak Segeh yang mengalami kekeringan. Apalagi kondisi sungainya cukup dalam mencapai 50 meter. Tidak hanya Subak Segeh yang mengalami kekeringan, subak lainya seperti Subak Jijih, Subak Tegal Lantang dan Subak Kampuak juga terancam kekeringan.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia