Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Ada Persembahan Unik di Pura Taman Sari, Mohon Obat Ambil Ruas Pohon

09 Agustus 2019, 11: 51: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ada Persembahan Unik di Pura Taman Sari, Mohon Obat Ambil Ruas Pohon

OBAT: Pohon besar di depan Pura Taman Sari di Sibang Kaja, kerap dijadikan obat oleh pamedek. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pura Taman Sari yang terletak di Desa Sibang Kaja mempunyai keunikan sendiri. Selain sebagai tempat nunas  tamba (memohon obat), di pura  ini ada juga sesajen unik yang harus dipersembahkan. Sesajen seperti apa ya?


Terletak di pertigaan jalan di Desa Sibang Kaja, Badung, yang ramai lalu lintasnya, keberadaan Pura Taman Sari cukup menarik perhatian karena ada pohon besar.


Pohon kepuh yang dulunya kembar ini,  kini tinggal satu saja setelah terbakar sekitar tahun 1995-an. “Dahulunya pohon kepuh itu kembar, namun kemudian sempat terbakar hingga akhirnya menyisakan satu pohon seperti sekarang ini,” ujar Ni Nyoman Nardiasih, 52, salah satu pangayah di pura tersebut kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) kemarin.


Nardiasih yang ditemani Jro Mangku Istri menjelaskan bahwa puranya sudah berdiri sangat lama. “Tidak tahu ya, kapan berdirinya, sangat lama sekali ya,” ucap Nardiasih yang diiyakan dengan anggukan oleh Jro Mangku Istri Ni Nyoman Kiter, 80.

Pura yang diempon oleh 10 Kepala Keluarga (KK) ini statusnya sebagai pura umum. “Semua boleh sembahyang ke sini, dari luar juga ramai sekali datang nangkil ke pura,” ujar Jro Mangku Istri  Ni Nyoman Kiter tersenyum ramah.

Jro Mangku Istri Ni Nyoman Kiter dibantu oleh Nardiasih menjelaskan bahwa yang utama malingih di Pura Taman Sari adalah Ida Ratu Niang Lingsir Sakti. “Selain itu ada juga Ida Ratu Ngurah Sakti, Ida Rau Gede Pancer Jagat, dan Ratu Mas Manis,” terang Jro Mangku Istri Ni Nyoman Kiter yang memakai baju kebaya warna merah muda.

“Kalau masalah piodalannya Pura Taman Sari sendiri saat Buda Wage wuku Klawu,” timpal Nardiasih.

Sisi unik pura yang terletak di kiri jalan arah ke Desa Sibang Kaja ini memiliki rencangan (penjaga niskala) berupa ular. “Hal ini bisa dilihat kalau di jaba pura ada sesajen dari nasi yang dibentuk ular, berupa sesajen berbentuk ular poleng dan merah,” jelas Jro Mangku Istri Ni Nyoman Kiter.

Selain itu, Nardiasih juga menceritakan bahwa di area jeroan pura juga ada sesajen khusus untuk Ida Ratu Niang Lingsir Sakti berupa nasi bentuk wong (orang) berwujud rangda, yang ditaruh di atas pucuk daun pisang. “Selain itu, di Pura Taman Sari ada pratima berbentuk Penyu yang di atasnya ada ular dan pratima bentuk wanita membawa kotak kecil. Kedua pratima bisa dilihat saat piodalan,” ungkap Nardiasih yang kembali diiyakan Jro Mangku Istri Ni Nyoman Kiter.
Sebagai pura umum, Pura Taman Sari yang masih dalam tahap pemugaran ini juga sering didatangin pamedek yang nangkil untuk meminta kesembuhan.

“Tidak hanya dari daerah sini saja, malah banyak dari luar daerah, seperti dari Tabanan dan Mengwi. Mereka biasanya ke sini karena setelah mapeluasan diminta nunas tamba ke sini,” beber Nardiasih sambil tersenyum.

Aturan nangkil ke pura ini pun cukup sederhana bagi para pamedek umum. “Bisa bawa pajati atau juga canang sari. Biasanya yang nangkil pertama kali akan datang meminta bantuan pemangku. Setelahnya biasa sendiri karena sudah paham bagaimana sembahyang dan nunas tirta,” cerita Nardiasih yang memakai kamben ketika ditemui kemarin.


Mengenai nunas tamba untuk kesembuhan, biasanya dengan memotong sedikit ruas pohon kepuh dan digiling untuk dijadikan boreh. Boreh dari ruas kecil pohon itu dibalurkan nantinya di bagian tubuh yang sakit. Selain memotong sedikit ruas pohon kepuh, Nardiasih juga memberitahu bahwa pamedek biasanya juga nunas tirta.

“Semuanya dilakukan untuk  nunas keselamatan dan kesembuhan. Banyak pamedek yang sudah sembuh datang kembali bersembahyang ke sini. Saya sering disapa oleh mereka yang sudah sembuh dari sakitnya, namun saya kadang ingat dan lupa karena banyak sudah yang datang," urainya.

Diakuinya kini makin ramai unat yang datang.  " Kini banyak saya lihat yang sembahyang datang dari luar daerah  ke Pura Taman Sari,” pungkasnya. (sue)


(bx/rin/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia