Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik
Kongres V PDIP

Puan : Usulan Calon Menteri di Kantong Mega

09 Agustus 2019, 22: 26: 34 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Puan Usulan Calon Menteri di Kantong Mega

Puan Maharani di sela-sela Kongres V PDIP yang berlangsung di Grand Bali Beach, Sanur. (Agung Bayu Sastra Negari/Bali Express)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sudah dengan tegas meminta jatah kursi terbanyak di kabinet bentukan calon presiden terpilih, Joko Widodo. Permintaan itu bahkan disampaikan dalam Pembukaan Kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach pada Kamis lalu (8/8).

Bahkan nama-nama calon yang hendak diusulkan juga sudah masuk dalam daftar. Seperti disebutkan politisi PDIP yang juga Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Mahrani, di arena Kongres V PDIP yang berlangsung di Grand Inna Bali Beach, Jumat (9/8).

"Nama-nama sudah ada dong. Partai sebesar ini masak nggak punya nama-nama. Nanti saja dilihat. Nama sudah ada di kantong Ketua Umum," sebut Puan.

Daftar nama itu bahkan sudah dibahas secara internal. Hanya saja dia enggan menunjuk beberapa nama yang masuk di dalamnya. "Ya nantilah. Masih Oktober. Masih lama. Lebih dari sepuluh (orang)," tukas Puan.

Soal ada ikhlas atau tidak, itu terserah parpol. Yang jelas, dia mengingatkan agar melihat perolehan suara saat Pemilu.

"Kalau sudah dapat mau apa? Mau ikut membantu pemerintahan dalam menyejahterakan rakyat. Harus masuk dalam kabinetnya. Nggak bisa di luar teriak-teriak," tegasnya.

Dia juga menepis soal menteri kabinet sebagai bagi-bagi jatah. Menurutnya, sebagai partai pemilu yang ikut dalam konstelasi pemilu bagaimana meraih kepercayaan rakyat untuk mendapatkan kursi.

"Kalau kemudian kita punya suara, yang lain tidak (punya suara), sudah sewajarnya yang mempunyai suara lebih diperhatikan," imbuhnya.

Menurut, wajar parpol mengajukan usulan menteri sebagai sebuah reward atas perjuangan untuk memenangkan.

"Ini merupakan suatu reward juga bagi struktur partai yang sudah berjuang," katanya.

Hal senada juga dia nyatakan saat disinggung soal posisi Ketua DPR. Menurutnya, posisi ketua DPRD itu merupakan penugasan politik atas dasar undang-undang. Bahwa, parpol pemenang pemilu akan mendapatkan posisi Ketua DPR.

"Dan posisi pemenang pemilu itu dilakukan tiap lima tahun sekali. Sehingga itu hak parpol," tukasnya.

Puan memang sepertinya sedang diorbitkan menuju posisi Ketua DPR oleh partainya sendiri. Setidaknya ini tersirat saat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato pembukaan kongres.

Dalam kelakarnya soal perebutan suara pilpres maupun pileg, dirinya menyebut Puan sebagai pengampu wilayah Jawa Tengah. Karena itu, dia pun meminta jajaran partai di provinsi itu memenangkannya.

(bx/hai/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia