Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Politik
Kongres V PDIP

Mega : Sudah Ada Proses Baku Dalam Regenerasi

10 Agustus 2019, 19: 59: 04 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Mega Sudah Ada Proses Baku Dalam Regenerasi

SUMPAH : Pengambilan sumpah pengurus DPP PDIP Periode 2019-2024 hasil Kongres V, Sabtu (10/8). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah mengumumkan struktur kepengurusan DPP PDIP periode 2019-2024. Pengumuman dilakukan pada hari terakhir Kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach, Sanur, pada Sabtu (10/8).

Susunan kepengurusan yang diumumkan itu sekaligus bentuk penegasan Mega. Bahwa, spekulasi mengenai adanya Ketua Harian atau Wakil Ketua Umum pada struktur kali ini tidak ada sama sekali.

Ini sama seperti yang disampaikan Mega sesaat setelah dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum pada hari pertama kongres, Kamis (8/8).

Meski posisi Ketua Harian atau Wakil Ketua Umum terbantahkan, pertanyaan mengenai kesiapan PDIP melakukan regenerasi tetap bermunculan. Pun demikian dengan sejumlah nama pada struktur yang baru memiliki kans untuk diusulkan sebagai calon menteri pada Kabinet Indonesia Kerja.

Menanggapi itu, Mega menyebutkan, proses regenerasi itu ada proses bakunya di PDIP. “Sejak berganti nama menjadi PDIP, sudah ada proses baku dalam regenerasi,” kata Mega dalam keterangan persnya pada hari terakhir Kongres V PDIP.

Artinya, sambung dia, di PDIP semuanya memulai kiprahnya dari bawah. Selain itu, mereka yang menjadi peserta dalam kongres kali ini, merupakan utusan dari lapisan terbawah PDIP yang disebut akar rumput.

“Menjadi utusan tidak mudah. Harus disetujui dari bawah karena membawa mandat dari bawah,” imbuhnya.

Mengenai adanya peluang beberapa pengurus DPP diusulkan sebagai calon menteri pada kabinet bentukan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih, Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin, Mega kembali menyebutkan mengenai proses berjenjang yang disebutkannya tadi.

“Kami sudah punya record yang ada. Yang tersimpan dalam data kami. Yang hanya saya ketahui. Sehingga saya bisa memutuskan orang ini bisa menjadi, bukan hanya jadi menteri. Orang ini ditugaskan ke sini. Orang itu ditugaskan itu,” sebutnya.

Dia lantas mengatakan, berpolitik itu merupakan sebuah alat untuk mengambil kekuasaan dalam artian positif. “Untuk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat. Mengenai urusan menteri dan sebagai-sebagainya, tunggu saja tanggal mainnya,” pungkasnya.

(bx/hai/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia