Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Politik
Kongres V PDIP

Made Urip Satu-satunya Representasi Bali di Struktur DPP PDIP

10 Agustus 2019, 20: 43: 04 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Made Urip

Made Urip (pdiperjuangan.id)

Share this      

BALI EXPRES, DENPASAR – Politisi senior PDIP dari Bali, Made Urip, kembali masuk dalam struktur kepengurusan DPP yang diumumkan pada hari terakhir Kongres V PDIP, Sabtu (10/8).

Made Urip menjadi satu-satunya representasi PDIP Bali di antara 27 pengurus DPP. Posisi terbarunya adalah Ketua Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan, dan Lingkungan Hidup.

Dengan terpilih kembali, ini sudah ketiga kalinya Made Urip masuk struktur pengurus DPP. Sama seperti Hasto Kristiyanto yang kembali ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal atau Sekjen untuk ketiga kalinya.

Usai melakukan pengambilan sumpah yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Urip yang juga anggota DPR RI ini menyampaikan terima kasihnya kepada induk partainya yang telah memberi kepercayaan kembali untuk bertugas di struktur DPP.

“Terima kasih untuk Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) yang telah memberikan penugasan di DPP. Saya juga berterima kasih kepada DPC-DPC se-Bali karena dukungan penuhnya. Matur Suksma. Dan juga kepada Ketua DPD PDIP Bali, Pak Wayan Koster,” ujar politisi asal Marga, Tabanan ini.

Menurutnya, bidang tugas di DPP kali ini lebih linear dengan tugas-tugasnya di sebagai anggota DPR RI. Kebetulan dia bertugas di Komisi IV yang bidangnya seputar pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, kelautan, dan perikanan. “Jadi lebih sinergi dan cocok dengan tugas di legislatif,” tukasnya.

Saat disinggung gambaran mengenai apa yang akan dilakukan pada bidang barunya di DPP tersebut, Urip menyebutkan pemberdayaan para petani dan nelayan sebagai salah satu prioritas.

“Kemudian peningkatan produksi dan penanganan pasca panen. Serta bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” pungkasnya.

Terlapas dari itu, di balik penunjukannya sebagai pengurus DPP PDIP ada proses panjang yang mesti dilalui Made Urip. Setidaknya itu dimulai sejak 37 tahun lalu.

Pada saat itu, tepatnya sekitar 1982, dirinya sudah menjadi Koordinator Kecamatan PDI di Marga, Tabanan. Lima tahun kemudian, sekitar 1987, Urip naik di kepengurusan tingkat kabupaten. Yakni menjadi Wakil Ketua DPC PDI.

Dia juga sempat menjadi utusan pada Kongres Luar Biasa PDI pada 1993 yang berlangsung di Surabaya. Di tengah dualisme PDI, Urip memilih gabung dengan kepengurusan di bawah kepemimpinan Megawati yang kemudian dikenal sebagai PDI Perjuangan (PDIP).

Sehingga pada 1998, Urip dipercaya sebagai Sekretaris DPD PDIP Bali. Disusul pada periode berikutnya menjadi Wakil Ketua DPD PDIP Bali. Baru setelah itu, pada 2010, dirinya muncul di kepengurusan DPP pada bidang Infrastruktur, Perhubungan, dan Transportasi.

Lima tahun kemudian, di Kongres IV PDIP yang berlangsung pada 2015 lalu, dia dipercaya lagi untuk masuk struktur DPP. Bidang tugasnya bergeser ke Pendidikan dan Kebudayaan. 

(bx/hai/hai/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia