Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Female DJ Mytha, Berani Seksi, tapi Enggan Buka-bukaan

11 Agustus 2019, 18: 45: 02 WIB | editor : Nyoman Suarna

Female DJ Mytha, Berani  Seksi, tapi Enggan Buka-bukaan

RINDU : Baginya Bali memberikan aura beda. Ini yang membuat dirinya sangat senang tampil di Bali dan selalu merindukan Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR -  Talent cantik yang ikut meramaikan industri panggung hiburan malam tanah air, Female DJ Mytha, memang cukup mencuri perhatian party lovers. Terlebih khusus bagi crowd Bali. Bagaimana tidak, beberapa pekan lalu, dara muda yang kian ‘moncer’ di Surabaya, tempat domisilinya ini, tampil menghibur dengan suguhan musik elektro asik dan up-beat yang dilengkapi pula dengan aksi panggung atraktif.

Berkat suguhan serta totalitasnya selama melakoni peran ‘captain girl party’ tersebut, banyak yang menilai jika dirinya menyimpan kesan eksotis. Apalagai secara visual, wanita yang akrab disapa Mytha ini memiliki paras cantik dan bentuk tubuh ideal. Dengan begitu, Mytha pun kerap melengkapi performanya dengan mengenakan kostum yang seksi.
“Jujur aja ya, sebenarnya tidak ada konsep khusus di setiap penampilan aku. Begitu juga terkait ciri khas kostum yang aku kenakan disetiap perform. Hanya kebetulan aku sering disebut-sebut eksotis aja. Makanya aku selalu berusaha tampil seksi, tapi tidak pernah vulgar,” ungkap Mytha saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group).


Terkait seperti apa kesannya usai berkesempatan tampil menghibur crowd Bali, pemilik nama lengkap Hermita Wahyuni ini mengaku jika dirinya benar-benar merasa sangat bahagia. Bukan tanpa alasan, Mytha ternyata diam-diam menyimpan rindu sekaligus mengagumi pulau Dewata. “Jujur aja, memang aku sudah sangat lama mengagumi Bali ya. Meski di luar jadwal manggung, aku sering bolak-balik Bali. Ya beside of work, I do traveling as a backpacker juga,” tuturnya.


“Jadi ketika ditanya rindu Bali? Jelas. Every time saya kepengen balik lagi ke Bali. Aku tertarik dengan budayanya, toleransi bermasyarakat-nya, ragam wisatawan yang ngak kita temukaan di wilayah lain, serta sikap cuek orang-orang Bali terhadap pakaian kita. Ini salah satu point yang bikin saya benar-benar comfort di Bali,” imbuh Mytha.


Selain itu, perempuan kelahiran Balikpapan, 10 November 1994 tersebut tidak menapik jika perkembangan musik Electronic Dance Music (EDM) turut memikat hatinya untuk bisa memperlihatkan skill dalam bermusik. Secara khusus untuk perkembangan musiknya sendiri mengalami perkembangan signifikan. Tak hanya itu, bisa menjadi talent guest star female DJ untuk tampil di Bali menjadi tantangan tersendiri. Sebab, crowd yang akan datang memiliki selera atau mood musik yang berbeda-beda. 


“Bali ini menurut Saya, termasuk barometer dunia musik EDM dan juga dunia DJ. Karena lagu-lagu di sana sangat update. Sampai-sampai ratusan club loversnya sendiri sangat paham dengan perkembangan musik elektro. And very challenging buat aku. karena kita harus menghibur crowd yang berbeda budaya dan selera, bagaimana caranya mereka bisa tetap have fun dengan kombinasi lagu-lagu yang Kita suguhkan,” aku Mytha.


Tidaklah heran, lanjut pengurus Persatuan Disc Jockey Indonesia Korwil Jawa Timur tersebut, bahwa respons dan antusias crowd di Bali sangat terasa jika dibandingkan di beberapa kota besar lainnya. Apalagi penampilan kali ini sangat dirasa Istimewa bagi Mytha, sehingga sebelum tampil dirinya lebih mempersiapkan materi yang benar-benar matang. 


“Seperti yang aku katakan tadi. Show di Bali bagi aku sangat istimewa ya. Dan karena kebetulan kehadiran aku di Bali kali ini adalah kali pertama menggelar tour event di beberapa venue terbesar di Bali. Jadi memang benar-benar dipersiapkan maksimal. Pada awalnya saya  sharing dengan beberapa teman DJ di Bali tentang genre yang biasa dimainkan. Dan memang terbukti, Party di Bali really hype ketika saya mengkombinasikan lagu EDM, bounce, trap, dan lain sebagainya. And its really happening there,” Seru Mytha.


Untuk diketahui, nama female DJ Mytha memang tengah mengudara sejak lama. Sebab di dunia entertainment, sosoknya kerap jadi ‘buah bibir’ perbincangan hangat banyak kalangan. Awal berkarir, Mytha cukup fenomenal dengan perannya sebagai seorang model. Baik itu model catwalk ataupun model photoshoot. Namun, gairah serta kecintaannya dengan dunia musik, Mytha pun beralih profesi untuk merambah profesi sebagai DJ sejak tahun 2014 silam.

 “Dan memang aku suka dengan dunia musik, akhirnya aku memilih belajar DJ secara private di Surabaya. Sangat berbanding terbalik dgn ilmu psikologi yang pernah saya pelajari. Tapi memang bagi aku, nge-DJ itu tampaknya lebih asyik dan menjanjiian. Apalagi bisa menyalurkan hobi dan passion aku,” tutupnya.

(bx/vir/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia