Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pembunuh SPG Ngaku Gigolo, Upahnya Rp 500 Ribu Dua Kali Ngejos Korban

12 Agustus 2019, 17: 11: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pembunuh SPG Ngaku Gigolo, Upahnya Rp 500 Ribu Dua Kali Negjos Korban

TERSANGKA DAN KORBAN: Bagus Putu Wijaya (kiri) dan Ni Putu Yuniawati. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pelaku pembunuhan SPG Cantik Ni Putu Yuniawati, 39 yang merupakan warga asal Buleleng bernama Bagus Putu Wijaya alias Gus Tu, 33 mengakui bahwa dirinya merupakan gigolo. Dan oleh korban tersangka sempat dibelikan handphone merek Vivo warna hitam dan diupah Rp 500 ribu sebelum dua kali ngejos.

Hal itu terkuak setelah tersangka mengakui perbuatannya kepada petugas. Bahwa memang baru beberapa hari mengenal korban melalui MiChat. Setelah itu keduanya merencanakan pertemuan, lantaran tersangka berniat membeli mobil melalui korban. Pertemuan yang dirancang tersebut, memang terjadi di hari nahas korban Selasa (6/8).

 Usai pulang kerja, korban bertemu dengan tersangka dan tersangka menyerahkan cek senilai Rp 10 juta untuk membayar DP mobil kepada korban. Keduanya langsung pergi menggunakan mobil yang dibawa korban Suzuki Ertiga DK 1988 HA, dan menuju dua lokasi bank untuk mencairkan cek tersebut. Setelah itu keduanya diketahu pergi ke salah satu toko penjual handphone. Disitulah korban membelikan tersangka handphone baru merek Vivo.

“Cek memang dicairin. Memang benar kalau cek itu untuk DP Mobil. Tapi mobilnya belum tahu apa,” terang salah satu sumber petugas.

Menariknya, dari keterangan sumber petugas korban sempat menanyai tersangka hingga dua kali terkait detail pekerjaannya. Dan dengan tegas tersangka menjawab sebagai cowok panggilan atau gigolo. Sehingga kemudian keduanya sepakat ngejos di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwo Utara, Padang Sambian Kaja, Denpasar Barat pada Selasa (6/8).

Tersangka pun mendapatkan bayaran bekisar Rp 500 ribu dari korban untuk jerih payahya ngejos saat itu. Selain hadiah handphone. Sayangnya korban merasa dirugikan karena servis tersangka tidak maksimal. Sejak masuk kamar pukul 18.00 hingga tersangka keluar pukul 19.30, pengakuannya sudah dua kali ngejos korban.

“Dia mengaku gigolo dan menjajakkan melalui online. Setelah itu diajak makan. Dan korban ingin dengan tersangka. Dan terjadilah kesepakatan,” terang Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan pada Senin (12/8).

Setelah berhasil membunuh korbannya, tersangka yang sudah dua kali menikah ini kemudian membawa lari mobil korban untuk digadaikan kepada temannya Kadek yang tinggal di Sading senilai Rp 10 juta. Uang tersebut kemudin dihabiskan oleh tersangka untuk membeli keperluan selama pelariannya. “Dibelikan baju, tiket pesawat, bayar taksi dan makan,” jelasnya.

Ruddi juga menjelaskan bahwa tersangka merasa direndahkan saat korban mengatakan bahwa tidak puas dengan layanan tersangka. Tersinggung dengan perkataan korban yang merasa dirugikan, lantaran servis tersangka tidak sebanding dengan handphone dan uang yang telah diberikan. Sehingga di luar rencana, ketersinggungan tersebut berujung dengan hilangnya nyawa korban.

“Hasil daripada otopsi dan visum bahwa ditemukan luka-luka memar dibagian leher, tersebar di bagian kiri dan kanan. Terdapat luka memar di kedua kelopak mata korban, bawah dan atas. Luka memar di pipi kiri dan hidung. Terdapat luka robek di alat kelaminnya. Dan bibir kelamin agak bengkak. Selain itu diketahui pada ujung batang kelamin diketahui ada resapan darah, yang mengindikasikan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelasnya Ruddi.

Tersangka kini dijerat dengan pasal 338 KUHP dan 365 KUHP dengan ancaman masing-masing 15 tahun penjara.  

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia