Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bule “Mekonceng” di Beji Minta Maaf, Warga Ubud Gelar Guru Piduka

12 Agustus 2019, 18: 25: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bule “Mekonceng” di Beji Minta Maaf, Warga Ubud Gelar Guru Piduka

MINTA MAAF : Dua bule asal Cekoslovakia yang videonya sempat viral “mekonceng” (cebokan) di Pancoran Pura Beji Monkey Forest Ubud, mememinta maaf, Senin (12/8). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR –  Video dua bule asal Cekoslovakia “mekonceng” (cebok) di Pancoran Pura Beji Monkey Forest, Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud yang sempat viral di media sosial, Jumat (9/8), akhirnya  meminta maaf. Meski sudah meminta maaf, kedua bule bernama Idenek Slavka dan Sabina Dolezalova diminta menghadiri upacara Guru Piduka yang akan digelar pada hari suci Purnama, Kamis (15/8)  di beji tersebut.

Bendesa Adat Padangtegal Ubud, I Made Gandra, Senin (12/8) menjelaskan, setelah video tersebut viral, warga setempat menggelar paruman (rapat), guna menindaklanjuti kejadian tersebut. Pada Minggu (11/8) akhirnya kedua bule ini menyadari kesalahannya dan memenuhi panggilan Prajuru Desa Adat Padangtegal. “Kebetulan Minggu malam kemarin Desa Adat menggelar paruman. Kedua bule tersebut datang ditemani perwakilan konsulat,” jelasnya.

Made Gandra menjelaskan paruman digelar di Kantor LPD setempat. Malam itu juga, kedua bule ini dimintai keterangan. Mereka akhirnya mengakui kesalahannya dan memohon maaf ditandai dengan pembuatan surat pernyataan bermaterai karena telah melakukan pelecehan di tempat suci di kawasan Monkey Forest Ubud.

Di hadapan seluruh Prajuru Adat Padangtegal, keduanya mengaku tidak ada maksud untuk melecehkan pura yang berada di kawasan Monkey Forest Ubud. Alasannya, mereka tidak mengetahui dan tidak tahu bahwa tempat tersebut merupakan tempat suci. Sehingga mereka mengklarifikasi video yang sempat viral di medsos melalui perkataan permintaan maaf kepada Prajuru Adat Padangtegal dan seluruh masyarakat Bali.

I Made Gandra mengatakan, sudah memaafkan kedua bule tersebut. Permasalahan pun dianggap selesai malam tersebut. Namun untuk menyucikan kembali kawasan tersebut, Desa Adat Padangtegal berencana menggelar upacara Guru Piduka, bertepatan dengan rahina Purnama, Kamis (15/8). Begitu juga kedua bule itu, juga diminta untuk hadir dalam prosesi tersebut.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia