Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Bupati Beri Batas Sampai 20 Agustus Pemindahan Pedagang ke Loka Crana

12 Agustus 2019, 18: 50: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bupati Beri Batas Sampai 20 Agustus Pemindahan Pedagang ke Loka Crana

MELOMPONG: Pasar Loka Crana masih saja kosong-melompong. Pemerintah menekankan agar pedagang sudah pindah sampai tenggat waktu 20 Agustus 2019. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli menargetkan Pasar Loka Crana dapat beroperasi setelah Hari Raya Kuningan. Ini karena beberapa pedagang di Pasar Kidul yang akan pindah telah mendapat kelonggaran. Pedagang yang sedianya pindah akhir Juli lalu meminta kelonggaran dengan alasan ingin mencicipi keuntungan berlipat di hari raya.

Namun sepekan berlalu, kelanjutan pemindahan pedagang di dua pasar tersebut belum jelas. Seperti diketahui, pasar di Terminal Loka Crana bakal ditempati pedagang kain dari pasar eks Rutan Bangli, dan pedagang kain dan asesoris di lantai II Pasar Kidul. Setelah lantai II Pasar Kidul kosong, tempat bakal diisi pedagang yang selama ini mangkal di trotoar maupun selasar pasar.

Bupati Bangli pun menekan Kepala Disperindag Bangli untuk secepatnya menyelesaikan persoalan tarik-ulur pemindahan pedagang. Bupati asal Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani, itu memberi tenggat waktu sampai 20 Agustus. Sebelum waktu yang ditentukan, lokasi berjualan di Pasar Kidul sudah ditata. Pedagang yang dipindah ke Loka Crana juga harus siap.

"Saya akan tinjau pada saat pemindahan. Saya nanti turun langsung. Saya akan panggil (Kadis) dan tanyakan prosesnya atau kendalanya apa," ujar Gianyar, kemarin (12/8).

Made Gianyar menyayangkan sampai ada oknum pedagang yang enggan pindah. Menurutnya, tidak perlu lagi ada penolakan jika memang pedagang niat berjualan. Bupati tampak melontarkan kata-kata bernada kesal ketika ditanya wartawan terkait adanya penolakan dari sejumlah pedagang. Dia menegaskan pemerintah sudah berusaha agar pedagang mendapat tempat berjualan yang nyaman dengan merenovasi Pasar Loka Crana. 

"Kita sudah siapkan pasar. Kalau dilihat, pasar (Loka Crana) sudah bagus, bangga kita berjualan. Yang menolak, boleh menolak. Tapi tidak perlu jualan. Lebih baik tidak berjualan. Sudah disiapkan (pasar) malah menolak, lebih baik buat pasar sendiri," celetuk bupati.

Pemerintah sebenarnya memberi tenggat waktu sampai 5 Agustus, atau setelah Hari Raya Kuningan, Sabtu (3/8) lalu. Kepala Disperindag Bangli I Nengah Sudibya pun sempat mengatakan penundaan jadwal relokasi hanya sementara. Koran ini kembali menghubungi Kepala Disperindag Bangli namun telepon tak kunjung dijawab.

Ada sekitar 163 pedagang di selasar Pasar Kidul yang bakal dipindah ke lantai atas. Mereka akan dikelompokkan berdasarkan jenis dagangan. Misalnya pedagang buah menjadi satu, hingga kuliner menjadi satu. Tapi itu bisa dilakukan setelah pedagang kain lantai II Pasar Kidul pindah ke Loka Crana.

Upaya ini tiada lain menata kembali Pasar Kidul yang selama ini dikenal semrawut. Banyak pedagang yang tidak mendapat tempat. Alhasil mereka menghabiskan akses jalan warga Banjar Pule, Kelurahan Kawan, Bangli sebagai lokasi berjualan. Penataan semrawut membuat warga Banjar Pule protes. Warga menagih janji Disperindag Bangli yang mengatakan bakal membereskan persoalan pedagang setelah Kuningan.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia