Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pihak Sky Garden Bantah Tudingan Penganiayaan dan Pencurian Uang

12 Agustus 2019, 20: 01: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pihak Sky Garden Bantah Tudingan Penganiayaan dan Pencurian Uang

STROKE : Kondiri markus dirawat di salah satu rumah sakit lantaran sakit stroke. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pihak Sky Garden melalui salah satu dewan komisarisnya memberikan klarifikasi terkait ditudingnya Titian Wilaras selaku owner dalam kasus penganiayaan dan adanya pencurian uang di club malam terbesar tersebut pada Senin (12/8). Sejumlah fakta kembali dikuak oleh Dewan Komisaris Sky Garden atau PT ESC Urban Food Station AA Ngurah Agung kepada awak media.

Menurut Ngurah Agung, ada beberapa fakta yang sengaja dikaburkan untuk menyudutkan pihak Titian Wilaras selaku owner dengan saham mayoritas yaitu 66 persen.  “Ini sebenarya ada pihak yang ingin membuat keruh, ingin memancing dan terus membuat situasi tidak kondusif. Atas kondisi ini, kami ingin memberikan klarifikasi agar informasi di masyarakat tidak salah. Dan ini adalah wujud keberimbangan informasi yang harus disajikan oleh media,” ujar Agung Ngurah dalam klarifikasinya.

Pihaknya mengatakan bahwa Titian Wilaras adalah pelapor dalam kasus pencurian dengan nomor TPL/196/VIII/2019/Bali/RestaDPS/SekKuta. Dijelaskan dalam kasus ini bahwa pada Rabu (7/8) sekitar pukul 22.00 di ruangan kasir Sky Garden, terjadi kejadian. Dimana ketika kasir memasukkan uang ke dalam kantong plastic, tiba-tiba datang seorang laki–laki yang tidak dikenal merampas uang itu dan langsung dilarikan. Kejadian tersebut diungkapkan dengan bukti adanya rekaman CCTV.

“Posisinya Titian Wilaras ini adalah pelapor dalam pencurian Rp 300 juta. Kemudian dibangun opini, orang Titian Wilaras mengambil uang. Ini aneh, untuk seorang pemilik 66 persen, merampas usahanya sendiri,” jelas Agung Ngurah.

Pihaknya juga mengklarifikasi, bahwa Pamela Wilaras dan Anne tidaklah benar merampas uang atas suruhan Titian Wilaras pada Kamis (8/8) pukul 17.30. Lantaran posisi Pamela adalah anak dari Titian Wilaras, yang dalam kasus ini sebagai pelapor.

Pihaknya juga menampik bahwa ada penganiayaan yang dilakukan oleh Markus Karel Senen. Bahkan disebut-sebut orang ini terkait dengan sebuah organisasi preman asal Belanda yaitu Satu Darah.

“Tidak ada hubungannya dengan organisasi di Belanda yaitu Satu Darah. Markus datang sebagai investor, yang tertarik membeli Sky Garden,” jelas Agung Ngurah.

Agung Ngurah meluruskan, bahwa Markus ini datang memang bukan untuk bikin onar. Dia datang malah untuk memantau Sky Garden sebagai investor, yang tertarik membeli Sky Garden. Markus adalah warga negara Indonesia yang sudah 30 tahun di Belanda.

Namun ada pihak-pihak yang memancing, hingga akhirnya Markus menampar, bukan menganiaya sampai gigi rontok. “Menampar,  karena malah ada pihak yang sengaja memancing, hingga Markus sempat emosi,” urainya.

Dan sangat tidak mungkin Markus bisa menganiaya orang apalagi disebut dengan gaya preman. Karena Markus dalam kondisi stroke, sempat mengalami pecah pembuluh darah di kepala, lima kali. “Catatan medis jelas ada, Markus itu stroke. Sangat tidak mungkin bisa menganiaya seperti yang diberitakan. Ini mohon diluruskan,” sambungnya.

Terkait penodongan pistol yang disebut-sebut pihak sebelah, Agung Ngurah menegaskan bahwa itu fitnah dan pembunuhan karakter. “Itu tidak benar. Bisa dicek secara detail. Saya cek, tidak ada itu,” imbuhnya.

Terkait dengan kasus pidananya, akan dilakukan proses komunikasi secara kekeluargaan dan internal di Sky Garden. Agung Ngurah menyebutkan semoga ada titik temu. Kemudian secara internal Sky Garden juga akan melakukan evaluasi dan klarifikasi terhadap Direktur Suwarno. Karena menjadi aneh juga, malah ada kesan direktur yang adalah pegawai dari pemilik atau owner, dibuatkan opini malah berseberangan, ini juga kejanggalan.

“Jadi ada banyak opini yang dibangun sangat janggal. Pemilik dibilang mencuri. Direktur seolah berbenturan dengan pemilik. Ini akan kami evaluasi, kami akan klarifikasi juga kepada direktur. Biarkan ini menjadi ranah internal kami,” pintanya.

Pihaknya selaku komisaris tetap akan membicarakan persoalan ini secara kekeluargaan kepada pihak direktur dan pemegang saham. Sehingga ke depannya polemik ini bisa selesai.

Agung Ngurah memohon agar pihak-pihak yang terus berusaha memperkeruh kondisi Sky Garden sadar. Karena Sky Garden menampung karyawan sangat banyak, menghidupi dan menjadi ladang mencari makan banyak orang. “Kami mohon agar berhenti berbuat untuk mengacaukan. Kasihan, karena menyangkut perut orang banyak. Kami mohon hentikan cara-cara untuk mengacau. Biarkan aktivitas Sky Garden nyaman,” harap pria asal Karangasem ini.

Selain itu, terkait dengan pelecehan terhadap anak pemilik yaitu Pamela Wilaras, oleh koki Sadewa, Agung Ngurah juga mengaku akan menjadi atensinya. Ada fakta menyebutkan Pamela yang adalah manager HRD merasa dilecehkan oleh Sadewa. Kemudian memberikan SP 1 kepada Sadewa. Namun faktanya,  malah Sadewa dalam kondisi bermasalah menjadi manager HRD. Tambah aneh juga korban Pamela dijadikan pegawai dapur.

“Jadi, anak pemilik dipindahkan oleh direktur menjadi pegawai dapur. Yang melecehkan malah menjadi manager HRD, menggantikan korban Pamela. Ini akan kami atensi di internal dulu,” sebutnya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia