Selasa, 20 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Progress Jembatan Shortcut Capai 68 Persen

13 Agustus 2019, 17: 43: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Progress Jembatan Shortcut Capai 68 Persen

SHORTCUT: Jembatan Shortcut yang berlokasi di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SUKASADA - Progres pengerjaan jalan baru Mengwitani-Denpasar, titik 5-6 di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng hingga Selasa (13/8) sudah mencapai 68 persen. Proyek bernilai Rp 140 miliar ini diharapkan rampung Desember mendatang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII Wilayah Bali-Jatim, Ketut Payun Astapa yang dikonfirmasi mengatakan khusus untuk jembatan yang membentang sepanjang 210 meter progresnya sudah mencapai 72 persen. Jembatan tersebut dibagi menjadi enam span.

Dari enam span, sudah tiga yang terpasang. “Span 1-3 sudah terpasang. Kini tinggal memasang tiga span lagi, dari 4-6. Pemasangan Girder jembatan juga sudah selesai sampai di span 3.Targetnya Bulan Agustus kami selesai pasang untuk semua span,” ujar Payun kepada Bali Express, Selasa (13/8) siang.

Dikatakan Payun, jika pengerjaan jembatan sudah tuntas dikerjakan, maka progress pengerjaan shortcut dipastikan mencapai 85 persen. “Jadi pengerjaan secara pararel. Pengaspalan di Bulan September akhir. Sedangkan serah terima secara kontrak bulan Desember,” imbuh Payun.

Payun bersyukur pengerjaan Short Cut titik 5-6 berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Termasuk pembuatan span juga dilakukan di lokasi, dan dikerjakan orang lokal, sehingga lebih cepat.

“Kebanyakan orang lokal yang mengerjakannya. Memang ada pekerja dari luar Bali yang spesialis karena ada pekerjaan yang spesifik,” pungkasnya.

Seperti diketahui pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani sepanjang 1.950 meter dan lebar 11 meter ini dianggarkan sebesar Rp 140 miliar. Ruas jalan ini dibangun dari wilayah Desa Wanagiri (Pura Yeh Ketipat) ke arah timur kemudian masuk ke wilayah Desa Pegayaman, serta tembus di Banjar Wirabuana Desa Gitgit.

Mega proyek ini dikerjakan rekanan Adi Cipta KSO dengan durasi pengerjaan selama 14 bulan atau selama 418 hari secara multiyears. Pengerjaannya ditarget rampung pada Desember 2019 mendatang.

Jalan ini dirancang memiliki kelandaian maksimal 6 persen. Kelebihannya, jalan baru ini dapat memangkas tikungan dari awal yang jumlahnya mencapai 15 tikungan menjadi 5 tikungan. Itu berarti kecepatan yang sebelumnya berkisar hanya 15-20 km/jam dapat ditingkatkan menjadi 40 sampai 60 km/jam.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia