Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pencarian Hari Ketiga, Nelayan Hilang di Rumpon Belum Ditemukan

13 Agustus 2019, 20: 03: 43 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pencarian Hari Ketiga,  Nelayan Hilang di Rumpon Belum Ditemukan

PENCARIAN: Petugas gabungan melakukan pencarian terhadap nelayan hilang di perairan Bondalem. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TEJAKULA - Memasuki hari ketiga, pencarian terhadap nelayan hilang bernama Made Pica Antara, 45 tidak membuahkan hasil alias masih nihil. Petugas gabungan dari Basarnas Pos Buleleng, TNI AL, Polair Polres Buleleng dan Kelompok nelayan melakukan pencarian hingga 76 Nautical Mile (Nm). Proses pencarian dilakukan dari perairan Bondalem, Kecamatan Tejakula hingga Perairan Desa Sangsit, Kecamatan Sawan.

Kepala Pos SAR Buleleng Dewa Putu Hendri Gunawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (13/8) mengatakan, pencarian dilakukan secara paralel. Pencarian menggunakan satu unit Rubber Boat Basarnas, satu unit Speedboat Polair Polres Buleleng, dan empat unit Sampan Nelayan. Total tim yang dilibatkan mencapai 34 orang.

Seperti biasa, pencarian dilakukan dua sesi. Sesi pertama,  tim gabungan terjun mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Selanjutnya pencarian pada sesi kedua dilakukan pukul 14.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita.

“Cuaca pagi hari memang masih bagus, lumayan mendukung. Tapi sesi kedua, kondisi cuaca agak bergelombang,” ungkap Dewa Hendri kepada Bali Express (Jawa Pos Goup) sembari memastikan bahwa proses pencarian akan dilakukan selama 7 hari mendatang.

Saat ditanya penyebab hilangnya korban Made Pica, Hendri menduga, korban hilang akibat derasnya arus bawah laut. “Saat korban hilang, kondisi cuaca sangat tenang. Tetapi ketika korban mencari tali rumpon itulah diduga terseret arus bawah laut yang deras,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Made Pica Antara, 45,  nelayan asal Banjar Dinas, Celagi Bantes, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula dilaporkan hilang saat melaut ketika tengah memindahkan tali rumpon. Pica dikabarkan melaut di perairan Bondalem, pada Minggu (11/8) pukul 04.30 Wita dinihari. Kasus ini pun menambah daftar panjang hilangnya nelayan saat melaut di Bali Utara.

Rekan koban Gede Minggu, 64 menuturkan, korban Made Pica melaut bersama 12 orang nelayan lain. Mereka tergabung dalam kelompok Arta Bakti Baruna. Mereka mencari peruntungan di areal rumpon, yang berjarak 14 mil dari bibir pantai.

Sesampainya di rumpon, korban Made Pica bertugas untuk memindahkan tali rumpon. Ia menyelam di kedalaman sekitar enam meter. Sementara nelayan lainnya menunggu di atas rumpon dan di atas perahu.

Rupanya, setelah ditunggu hingga satu menit, korban tak  kembali ke permukaan. Seluruh rekan-rekan korban bergegas melakukan pencarian di sekitar rumpon, serta melaporkan hal ini ke aparat kepolisian.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia