Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bakar Sampah, Meru Pura Dadia Pasek Bebetin Tebakar

13 Agustus 2019, 22: 41: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bakar Sampah, Meru Pura Dadia Pasek Bebetin Tebakar

PADAMKAN API: Petugas dan warga berjibaku memadamkan api yang memnbakar dua buah pelinggih meru di Pura Dadia Pasek Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng Selasa (13/8). (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Dua  pelinggih meru tumpang telu (tiga) Pura Dadia Pasek Bebetin, di Banjar Dinas Desa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng  Selasa (13/8) ludes terbakar. Kejadiannya  sekira pukul 10.00 Wita, Kuat dugaan api berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan seorang warga, tepat di samping pura.

Pemangku Pura Dadia Pasek Bebetin, Jro Made Sukini, 60 menjelaskan, sebelum kejadian, tidak ada aktivitas persembahyangan di areal pura. Namun, pada pukul 10.00 wita, ia yang sedang megambel (menabuh gambelan Red-) di wilayah Kecamatan Kubutambahan, ditelepon seorang warga, mengabarkan pura dengan jumlah pengempon 400 KK itu terbakar.

Made Alit Suprapta yang pertama kali melihat kepulan asap di pelinggih itu. Kala itu ia tengah melintas di depan pura, tiba-tiba melihat adanya kepulan asap, tepat di atas pelinggih meru tumpang telu yang ada di sebelah timur. Atas kondisi itu, ia bergegas memanggil sejumlah warga untuk membantunya melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Kencangnya angin yang berhembus, membuat api sulit dipadamkan. Percikan api juga merembet ke pelinggih meru tumpang telu lainnya, yang ada di sebelah utara. Warga pun bergegas menghubungi petugas pemadam kebakaran. Pemadaman  berhasil dilakukan 15 menit kemudian, dengan mengarahkan satu unit mobil damkar.

"Pelinggih meru tumpang telu yang terbakar. Karena atapnya terbuat dari ijuk. Di sebelah timur pura ada yang membakar sampah. Kemudian apinya menjalar, karena di tembok pura juga ada rumput kering yang merambat, sehingga apinya naik, dan membakar atap pelinggih," terang Jro Made Sukini.

Akibat musibah ini, krama pengempon rencananya akan menggelar pecaruan, dengan mengaturkan ayam berumbun, Kamis (15/8). Sementara terkait kerugian, ditafsir mencapai Rp 65 juta. "Ini musibah. Tidak ada pewisik,” tegasnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia