Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Pengelola Dermaga Sanur Belum Ditentukan

15 Agustus 2019, 08: 53: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pengelola Dermaga Sanur Belum Ditentukan

MENINJAU : Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Wayan Koster saat meninjau lokasi pembangunan Dermaga Sanur di Pantai Matahari Terbit, akhir Juli 2019 lalu. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pembangunan Dermaga Sanur yang menghubungkan Denpasar dengan Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan di Kabupaten Klungkung sudah dipastikan akan mulai dilaksanakan pada 2020 mendatang.

Realisasi pembangunan dermaga yang berlokasi di Pantai Matahari Terbit, Sanur, itu terungkap beberapa waktu lalu. Saat Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, meninjau lokasi pembangunannya.

Bahkan, di saat itu juga disebutkan adanya keinginan agar dermaga itu dikelola secara profesional. Berkelas internasional.

Di luar pembangunannya yang sudah dipastikan pada tahun depan, soal pengelolaan dermaga tersebut rupanya belum ditentukan.

Seperti diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster usai menghadiri sidang paripurna di DPRD Bali, Rabu kemarin (14/8). “Pengelolaan dermaga akan dibahas lebih lanjut,” sebut Koster.

Selebihnya, dia hanya menegaskan bahwa, pembangunan dermaga tersebut sudah disetujui Menhub. Serta dipastikan akan dimulai pada 2020 mendatang. “Pada 2020 akan dibangun dengan anggaran Rp 350 miliar,” tegasnya.

Nantinya, sambung dia, proses pembangunan akan berlangsung selama dua tahun. Sehingga pembiayaannya akan dianggarkan pada tahun anggaran 2020 dan 2021. “(Anggaran) semuanya APBN,” sebutnya.

Sekadar mengingat, pada 26 Juli 2019 lalu, Menteri Budi Karya Sumadi meninjau langsung lokasi pembangunan Dermaga Sanur didampingi Gubernur Wayan Koster.

Saat itu, Menteri Budi melihat langsung desain dan konsep perencanaannya yang tinggal menunggu finalisasi.

Hanya saja soal pembiayaan pembangunan, saat itu disebutkan adanya kemungkinan mengkombinasikan APBN dan KPBU atau Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

Artinya, dari pihak swasta, baik nasional atau lokal, bisa bergabung dalam proses pembiayaan pembangunan dermaga tersebut.

Pelibatan pihak swasta itu semata untuk memberikan pengelolaan yang profesional dan punya pengalaman bertaraf internasional. Ini dicontohkan dengan pelabuhan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia