Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Features
Warga Siakin yang Berada di Area Blank Spot

Sulit Akses Internet, Cari Sinyal Mesti Turun Gunung

15 Agustus 2019, 15: 29: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sulit Akses Internet, Cari Sinyal Mesti Turun Gunung

LANCAR: Bupati Bangli I Made Gianyar bersama Direktur PT Sanjiwani Ni Made Suarsi meresmikan menara telekomunikasi di Banjar Batih, Desa Siakin, Kintamani, Bangli, kemarin. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Siakin di Kecamatan Kintamani masuk ke dalam kategori area blank spot. Akibatnya, internet menjadi sesuatu yang sulit untuk diakses warga setempat. Sebuah kondisi yang ironis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

AGUS EKA PURNA NEGARA, BANGLI

PENYEBAB Desa Siakin masuk dalam area blank spot tiada lain karena selama ini belum ada menara telekomunikasi yang terbangun di wilayah itu. Atau, paling tidak dekat dengan lingkungan desa tersebut.

Seperti dituturkan salah seorang warga Siakin, Made Wirya. Menurutnya, warga di desanya selama ini kesulitan mengakses internet. Jangankan layanan data, untuk menelepon saja, warga setempat harus berjuang terlebih dulu.

“ Setiap warga yang ingin menelepon atau menggunakan media sosial, harus turun dari desa. Cari jaringan sinyal yang bagus itu sulit,” cerita Wirya, Rabu kemarin (14/8).

Cerita Wirya itu muncul di sela-sela peresmian menara telekomunikasi yang beken dengan sebutan tower di Banjar Batih, Desa Siakin. Peresmian itu dilakukan Bupati Buleleng, I Made Gianyar.

Pembangunan tower tersebut merupakan inisiatif PT Telkom bersama PT Sanjiwani selaku provider. Ini sekaligus menjawab masalah warga yang kesulitan akses jaringan telepon atau internet yang menahun.

Menurut Made Gianyar, membangun jaringan telekomunikasi di wilayah pedalaman otomatis mendongkrak pertembuhan ekonomi di wilayah tersebut. "Di samping untuk mempercepat akses komunikasi, teknologi seperti ini dapat menghidupkan gerak ekonomi,” ujarnya.

Karena itu, dia mengapresiasi inisiatif PT Telkom dan PT Sanjiwani yang membangun tower di desa yang selama ini masuk dalam blank spot tersebut.

Bupati Made Gianyar bahkan sempat berandai-andai. Kalau saja pembangunan tower tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Mungkin saja warga setempat bisa memanfaatkannya untuk pengembangan transaksi berbasis jaringan atau online. Model seperti ini dapat diaplikasikan untuk petani saat menjual hasil panen melalui internet. 

"Ketika hasil kebun sudah panen seperti cabai, sayur, dan lain sebagainya, lalu di-share di media sosial, sehingga diketahui banyak orang dan laku di pasaran. Itulah contoh teknologi positif yang berimbas pada percepatan ekonomi sehingga masyarakat bisa sejahtera," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Sanjiwani, Ni Made Suarsi, menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan jaringan secara bertahap di desa tersebut. Sebab menurutnya, satu menara belum bisa memaksimalkan kecepatan akses di daerah yang sulit dijangkau seperti Siakin dan desa balik bukit Kintamani lainnya.

"Kami berharap adanya menara telekomunikasi di Banjar Batih, Desa Siakin dapat mengatasi blank spot sehingga masyarakat bisa berkomunikasi dengan lancar. Supaya bisa sejajar dengan daerah lain dengan jaringan internet yang bagus dan memadai. Kami berharap Desa Siakin siap menjadi Desa Go Digital," pungkas Suarsi.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia