Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Songket Buleleng Warnai Pelantikan DPRD Buleleng

15 Agustus 2019, 18: 01: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Songket Buleleng Warnai Pelantikan DPRD Buleleng

SONGKET BULELENG: Sejumlah SKPD nampak kompak menggunakan kain tenun songket khas Buleleng. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Ada yang mencuri perhatian awak media saat acara pelantikan Anggota DPRD Buleleng di Gedung DPRD Buleleng, Kamis (15/8). Bagiamana tidak, hampir seluruh tamu undangan dari pimpinan SKPD menggunakan kaun songket khas Buleleng. Bahkan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama wakilnya, dr.Nyoman Sutjidra tak ingin ketinggalan menggunakan kain tradisional tersebut.

Bupati dan Wakil Bupati Buleleng sendiri tampak kompak memakai saput dan udeng Songket yang berbahan alam, karya sentra pertenunan dari Sinabun. Sedangkan pimpinan SKPD laki-laki kompak menggunakan saput dan udeng songket. Sedangkan pimpinan SKPD yang perempuan nampak seragam menggunakan kamen songket. Tentu saja, pengalaman menarik ini tak luput dari jepretan awak media.

Menariknya, kain songket yang digunakan oleh sejumlah pimpinan SKPD berasal dari berbagai sentra kerajinan di Buleleng. Mulai dari Songket dengan motif klasik dari Beratan, Songket bahan alam dari Sinabun, sampai dengan Songket dengan motif modern dari Jinengdalem.

Kabag Humas dan Protokol Buleleng, Ketut Suwarmawan menjelaskan penggunaan kain songket Buleleng dalam balutan pakain adat pada acara pelantikan Anggota DPRD Buleleng kali ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Hal itu untuk menghidupkan kembali kejayaan songket Buleleng. Selain itu, instruksi tersebut dikeluarkan karena melihat Presiden Jokowi saat kunjungan ke Bali pada acara kongres partai beberapa lalu, menggunakan kain songket Buleleng, tepatnya kain songket dari Jinengdalem.

"Songket merupakan kebanggan Kabupaten Buleleng. Kebanyakan daerah di luar Buleleng bahkan beberapa di luar Bali sudah mengenal songket Khas Buleleng sehingga kita sebagai orang Buleleng perlu untuk melestarikan,” jelasnya.

Suwarmawan menambahkan, dengan penggunaan kain songket Buleleng ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal kain tenun khas Buleleng itu. Dengan demikian  produksi kain tenun Songket Buleleng semakin meningkat, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang baik bagi para pengerajin.

“Semua kepala SKPD menggunakan songket khas Buleleng. Ini untuk lebih mengenalkan songket tersebut dan juga menambah penghasilan dari para pengrajin,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu kepala SKPD, Gede Sugiartha Widiada, mengungkapkan rasa bangganya menggunakan Songket Buleleng. Jenis kain songket yang dipakainya adalah kain songket dari Joanyar. Ini merupakan aksi nyata untuk meningkatkan perekonomian melalui pemberdayaan kain songket.

Termasuk melakukan pelestarian kain khas Buleleng. “Saya pakai yang dari Joanyar. Ini aksi nyata untuk produk Buleleng. Saya sangat bangga. Apalagi sempat digunakan oleh Presiden RI,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia