Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Features

Bahan Rindik Didatangkan dari Jawa, Biasa Kirim ke Jakarta

15 Agustus 2019, 18: 20: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bahan Rindik Didatangkan dari Jawa, Biasa Kirim ke Jakarta

PERAKITAN: Sumarya tengah merakit bilah rindik usai menentukan suara, Kamis (15/8). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Alat musik tradisional rindik kian diminati warga luar Pulau Dewata. Perajin alat musik tradisional berbahan bambu ini pun kebanjiran order. Dalam sebulan, rata-rata sudah puluhan rindik yang dikirim ke pasar luar.

Putu Sumarya, 59, satu-satunya perajin rindik di Bangli, seperti merasa tak ada pesaing. Ini lantaran pria asal Penida Kelod, Desa Tembuku, Bangli, itu kewalahan meladeni pesanan. Warga Jakarta paling banyak memesan. Biasanya rindik dipakai sebagai pajangan. Ada pula yang membeli karena memang bisa memainkannya.

Sumarya mengaku kesulitan mendapat bahan baku. Meski hidup di wilayah yang kaya bambu, tapi tak semua bambu yang ada dapat dijadikan bilah-bilah rindik. Bambu Bangli hanya cocok dipakai bahan kerajinan. Untuk mengahasilkan suara yang bulat dengan nada yang konsisten, dibutuhkan bambu jenis cemeng atau bambu hitam.

Sebab bambu cemeng punya tekstur yang tebal. Sementara itu, tidak semua bambu cemeng dapat dipakai. Sumarya memilih bambu cemeng yang sudah melewati proses pematangan secara alami di pohonnya. Sehingga bilah bambu akan menghasilkan corak coklat tua dan suara yang dihasilkan pun bulat. 

"Kalau kita paksa menjadi coklat dengan cara dijemur, belum satu tahun sudah retak atau pecah. Untuk membedakannya seperti itu," kata Sumarya, Kamis (15/8).

Sumarya sudah punya ratusan pelanggan seantero Bali. Pelanggan tetap di luar Bali mencapai puluhan. Hotel-hotel di Jakarta kerap memesan rindik buatan ayah lima anak ini. Rindik buatan Sumarya juga sudah menjelajahi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Banten.

"Dinas Kebudayaan Jakarta dan Sulawesi Selatan memesan untuk menyambut tamu. Mereka juga memajangnya di museum," ungkapnya.

Harga rindik bervariasi tergantung ukuran dan bentuk. Ukuran kecil berkisar Rp 90 ribu bentuk polos. Rindik berukuran sedang hingga besar ada di kisaran Rp 750 ribu atau Rp 1 juta. Satu rindik besar dengan ukiran dihargai Rp 2 juta. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia