Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Setelah Minta Maaf, Bule “Mekonceng” di Beji Ikuti Upacara Guru Piduka

15 Agustus 2019, 19: 27: 30 WIB | editor : Nyoman Suarna

Setelah Minta Maaf, Bule “Mekonceng” di Beji Ikuti Upacara Guru Piduka

SEMBAHYANG : Bule asal Cekoslovakia yang sempat cebokan di Pancoran Pura Beji Monkey Forest, Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud mengikuti acara persembahyangan serangkaian upacara guru piduka, Kamis (15/8). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Selain meminta maaf, bule yang videonya sempat viral makonceng (cebokan) di Pancuran Pura Beji Monkey Forest juga hadir saat upacara guru piduka. Tujuannya untuk menetralisir keletehan (kotor) di beji tersebut. Saat upacara berlangsung, bule ini juga melakukan persembahyangan, Kamis (15/8).

Bendesa Adat Padangtegal, I Made Gandra menjelaskan, prosesi upacara ngaturang guru piduka berlangsung pukul 12.00.  “Sesuai kesepakatan, terkait adanya kejadian di pura beji ini, hari ini kami melakukan upacara guru piduka. Harapannya agar energi yang ada di beji ini kembali seperti semula. Begitu juga dengan semua pihak yang melihat, mendengar, dan mengetahui kejadian ini mari kita sama-sama introspeksi diri menjaga alam Bali ini,” jelasnya.

Ia menyampaikan, saat kejadian, tamu yang ke sana agak tidak begitu banyak sehingga tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut. Bahkan CCTV yang dipasang di areal tersebut, juga tidak dilihat oleh petugas. Karena keterbatasan pengetahuan mereka selaku wisatawan sehingga hal yang tidak diinginkan itu pun terjadi. Dengan demikian, ia meminta kedepannya pengelola obyek wisata yang lainnya agar berlajar dari pengalaman di Monkey Forest Ubud.

“Begitu juga dengan pihak konsulat negara asing yang ada di Indonesia, sebaiknya jauh-jauh hari memberikan informasi kepada warganya, apa saja yang bisa dilakukan dan apa juga yang tidak bisa dilakukan di obyek yang mereka akan kunjungi di Bali,” paparnya.

Sedangkan areal beji, khususnya di pancuran tersebut,  saat ini tidak boleh dikunjungi oleh wisawatan, lantaran masih dalam renovasi. Namun setelah selesai, pancuran itu akan kembali dibuka untuk umum. “Untuk tempat tirta ini akan direnovasi dulu. Setelah itu kami buka lagi. Karena itu kan tirta atau air yang memberikan kesejahteraan, tidak boleh ditutup, dan kesejahteraan harus terus mengalir,” imbuhnya.

Seusai upacara, Idenek Slavka dan Sabina Dolezalova menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh krama. Bahkan ia sangat salut dengan toleransi masyarakat Bali. Meski telah melakukan kesalahan, namun masih tetap dipertimbangkan. “Saya benar-benar minta maaf, dan terimakasih karena prosesi upacara ini juga sudah dibantu sampai selesai,” imbuh Sabina.

Seperti berita sebelumnya, kasus itu diketahui setelah viral di media sosial. Dalam video itu,  Idenek Slavka dan Sabina Dolezalova  mekonceng (cebokan) di Pancoran Pura Beji Monkey Forest. Meski mereka telah meminta maaf, warga setempat tetap menggelar upacara guru piduka di beji tersebut untuk tetap menjaga kesucian beji.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia