Minggu, 22 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Operasi Bersinar Sasar Tempat Kos, Lima Orang Positif Narkoba

18 Agustus 2019, 18: 26: 56 WIB | editor : Nyoman Suarna

Operasi Bersinar Sasar Tempat Kos, Lima Orang Positif Narkoba

OPERASI : Tes urin penghuni kos-kosan di wilayah Kerobokan dalam Operasi Bersinar yang dilakukan BNN Kabupaten Badung, Minggu (18/8). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BADUNG - Lima orang penghuni kosan di wilayah Kerobokan terjaring Operasi Bersinar yang dilakukan BNN Kabupaten Badung, Minggu dini hari (18/8). Kelimanya akan dilakukan rehabilitasi usai menjalani assessment.

Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Ni Ketut Masmini menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk menekan dan mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, terutama di wilayah rawan dan kos-kosan.

Untuk itu, pihaknya bersinergi dengan beberapa instansi lain dengan melibatkan 75 personel, di antaranya Kelurahan Kerobokan, TNI, Polri, Sat Pol PP, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung.

“Sebelum sweeping, kami lakukan pemetaan kawasan rawan dulu, melibatkan Seksi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat). Survey lokasi dulu,” ucap Masmini.

Sepuluh tempat kos di enam lingkungan wilayah Kelurahan Kerobokan menjadi target dalam pelaksanaan operasi ini, di antaranya lingkungan Anyar Kaja, Anyar Kelod, Silayukti, Kancil, Peliatan dan Tegeh. Para penghuni kosan menjalani tes urin untuk mengetahui apakah menggunakan narkoba atau tidak.

Dari 30 sampel urin yang diperiksa, sebanyak lima orang diketahui positif menggunakan narkoba, terdiri dari tiga orang positif  methampetamine, satu orang positif THC (ganja) dan satu orang positif benzodiazepam. Pun petugas juga menemukan sejumlah alat hisap narkoba alias bong.

“Hasil pemeriksaan urin positif. Kami masih lakukan pendalaman dan kami arahkan datang ke BNNK Badung untuk dilakukan assessment yang selanjutnya akan direhabilitasi,” jelasnya.

Atas temuan ini, pihaknya menyampaikan bahwa warga kos pengguna narkotika di wilayah hukum Kabupaten Badung mengalami penuruan. Namun untuk penindakan ke jalur hukum, belum dilakukan lantaran barang bukti narkoba tidak ditemukan. Meskipun petugas mengantongi hasil tes urin dan barang bukti alat isap.

Disinggung terkait catatan daerah rawan yang terekap Seksi P2M, Masmini enggan membeberkan. Namun ia menyebutkan bahwa Kelurahan Kerobokan merupakan salah satu daerah rawan, mengingat kejahatan narkoba sudah merata.

Masmini mengimbau para pemilik kos-kosan agar tidak hanya menghitung keuntungan, tanpa memperhatikan warga kos, sehingga cenderung tidak melakukan komunikasi untuk pemantauan aktivitasnya dan bahkan menerima penghuni kos tanpa identitas yang jelas. Diharapkan, ada peran aktif dari pemilik kos dalam memerangi narkoba di lingkungannya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia