Sabtu, 21 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Penurunan Bendera di Badung, Dimeriahkan Ribuan Penari Pendet PAUD

18 Agustus 2019, 20: 48: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Penurunan Bendera di Badung, Dimeriahkan Ribuan Penari Pendet PAUD

PENURUNAN BENDERA: Wabup Suiasa di sela-sela prosesi penurunan bendera memperingati HUT RI ke-74, Sabtu (17/8), di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala. (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Setelah upacara penaikan bendera sang merah putih dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI, pada sore hari dilaksanakan aubade dan penurunan bendara. Acara yang berlangsung Sabtu (17/8) sore itu juga diisi pementasan tari pendet massal 2.310 anak-anak dari 195 lembaga PAUD (pendidikan anak usia dini) se-Badung di Lapangan Puspem Badung, Mangupraja Mandala.

Upacara penurunan bendera dipimpin Komandan Aubade Christoforus Alexandro Ria Ago, dan selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Juga hadir Ketua DPRD Badung Sementara Putu Parwata, Sekda I Wayan Adi Arnawa, Ketua Tim PKK Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua PKK Kristiani Suiasa, Wakil Ketua I Rasniati Adi Arnawa, Ketua Gatriwara Ayu Parwarta, Ketua WHDI Isyudayani Astika, serta perwakilan OPD dan seluruh peserta apel.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa memberikan apresiasi kepada anak-anak PAUD yang ikut memeriahkan HUT RI kali ini, dengan membawakan tarian pendet massal. “Kami selalu menggunakan kemasan budaya, serta pendekatan terhadap budaya itu sendiri. Sehingga kami di Kabupaten Badung memastikan, segala aspek pembangunan berlandaskan budaya. Berupa penampilan seni yang akan selalu ditampilkan, serta memberikan kesempatan, ruang dan waktu buat anak-anak untuk memosisikan dirinya. Sehingga nantinya akan tumbuh semangat dan nilai-nilai budaya pada anak-anak itu sendiri,” kata Suiasa.

Setelah penurunan bendera sang merah putih, dilanjutkan acara syukuran di Jaba Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung. Pada syukuran ini, Wabup Suiasa juga mengatakan, sebagai bangsa Indonesia, khususnya sebagai anak bangsa dan generasi penerus yang sudah diberikan kemerdekaan atau kebebasan dalam kehidupan tata negara, hendaknya mengucapkan terima kasih. Juga mendoakan para pejuang-pejuang bangsa, pendiri bangsa, para pahlawan semua, baik di kalangan nasional maupun di daerah.

 “Memperingati detik-detik proklamasi agar digunakan sebagai momentum untuk ngengintrospeksi diri. Kemudian merenungkan diri, sejauh mana sebagai generasi penerus dan anak bangsa, mampu meneruskan cita-cita para pendahulu bangsa, pendiri bangsa dan pahlawan bangsa, yang sudah berjuang dengan titik darah penghabisan,” pungkasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia