Minggu, 22 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tabrak Karang, Hilang 28 Jam, Kadek Suardika Ditemukan di Rumpon

18 Agustus 2019, 21: 09: 05 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tabrak Karang, Hilang 28 Jam, Kadek Suardika Ditemukan di Rumpon

SELAMAT: Korban Kadek Suardika selamat dari maut setelah 28 jam hilang di laut. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kadek Suardika, 35 selamat dari maut. Nelayan asal Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan ini sempat menghilang 28 jam. Pasalnya, perahu yang digunakan untuk melaut di perairan Kubutambahan mengalami kerusakan akibat menabrak karang pasca dihantam gelombang. Beruntung, Suardika berhasil dievakuasi Minggu pagi (18/8).

Kepala Pos SAR Pos Buleleng Dewa Putu Hendri Gunawan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) mengatakan, korban Suardika berangkat melaut pada Sabtu (17/8) sekira pukul 03.00 Wita. Ia berangkat menggunakan perahu.

 “Korban sempat bertemu di tengah laut dengan sepupunya. Ketika itu sepupu korban hendak kembali menepi ke pantai. Nah, saat itu oleh sepupunya dilihat korban sedang mengisi bahan bakar, namun hingga malam hari Suardika belum juga kembali,” ujar Dewa Hendri saat dikofirmasi, Minggu (18/8).

Korban yang tak kunjung pulang pun membuat keluarganya cemas. Mereka akhirnya melapor kepada BPBD Buleleng. Selanjutnya, BPBD Buleleng meneruskan laporan itu ke Pos SAR Buleleng.

 "Kami menerima laporan korban hilang sekitar pukul 23.30 Wita dari Bapak Duala, BPBD Buleleng. Namun karena kondisi malam hari, jadi kami putuskan lakukan pencarian pada besok harinya (minggu, Red)," ucapnya memperkirakan posisi korban berada di Perairan Pantai Kubutambahan, seputaran koordinat 8°2'42.37"S115°12'21.98"E.

Pos SAR Buleleng pun langsung melakukan upaya pencarian dengan menggunakan rubber boat pada Minggu pagi. Tim SAR, sebut Dewa Hendri, menerjunkan 6 orang personel. Sedangkan dari Polsek Kubutambahan mengerahkan 2 orang personel, BPBD Buleleng dengan 2 orang personil. pencarian juga dibantu oleh nelayan setempat.

Beruntung pukul 08.15 Wita tim SAR gabungan bersama nelayan setempat berhasil menemukan Suardika dalam keadaan selamat di posisi 7°55.684'S-115°10.225'E.  Tepatnya 8 NM arah utara dari pantai Kubutambahan.

Kepada Tim SAR, korban menyebutkan bahwa jukungnya tiba-tiba menabrak rumpon. Hal itu terjadi karena ia dalam kondisi mengantuk ditambah dihantam gelombang tinggi, sehingga bagian belakang mengalami rusak parah.

Ia pun berusaha bertahan di rumpon dan mengikatkan jukungnya, sembari menunggu datangnya bantuan. "Awalnya korban ditemukan oleh nelayan setempat, kondisinya terlihat lemas kelelahan, selanjutnya sudah diserahkan kepada pihak keluarga," jelas Dewa Hendri.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi soal nelayan hilang asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Dewa Hendri menyebut, proses pencarian mulai dihentikan dan korban tak berhasil ditemukan. Penghentian dilakukan mengingat Tim SAR Pos Buleleng sudah melakukan pencarian selama satu minggu. Jika ada temuan mencurigakan yang mengarah ke korban Nyoman Pica Antara, 45, proses pencaria akan kembali dilakukan.

“Bukan maksudnya ditutup, tetapi kami lakukan pemantauan. Jika ada tanda-tanda dari korban, kami akan lakukan pencarian lagi, dan keluarga juga sudah ikhlas” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Made Pica Antara, 45, nelayan asal Banjar Dinas, Celagi Bantes, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula dilaporkan hilang saat melaut ketika tengah memindahkan tali rumpon. Pica dikabarkan melaut di perairan Bondalem, pada Minggu (11/8) pukul 04.30 Wita dini hari. Kasus ini pun menambah daftar panjang hilangnya nelayan saat melaut di Bali Utara.

Rekan koban, Gede Minggu, 64 menuturkan, korban Made Pica melaut bersama 12 orang nelayan lain. Mereka tergabung dalam kelompok Arta Bakti Baruna. Mereka mencari peruntungan di areal rumpon, yang berjarak 14 mil dari bibir pantai.

Sesampainya di rumpon, korban Made Pica bertugas untuk memindahkan tali rumpon. Ia menyelam di kedalaman sekitar enam meter. Sementara nelayan lainnya menunggu di atas rumpon dan di atas perahu.

Rupanya, setelah ditunggu hingga satu menit, korban tak  kembali ke permukaan. Seluruh rekan-rekan korban bergegas melakukan pencarian di sekitar rumpon, serta melaporkan hal ini ke aparat kepolisian.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia