Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Para Tahanan Diminta Teladani Pejuang yang Pernah Dipenjara

18 Agustus 2019, 22: 09: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Para Tahanan Diminta Teladani Pejuang yang Pernah Dipenjara

MERDEKA: Perwakilan tahanan dalam kegiatan perayaan HUT RI di rutan Mapolresta Denpasar, Sabtu (17/8). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-74 rupanya bukan hanya milik para warga sipil yang bebas dari jerat hukum. Para warga yang belum “merdeka” juga ikut merayakan.

Dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Rutan Mapolresta Denpasar, Sabtu (17/8), sebanyak 85 orang tahanan dari berbagai macam tindak pidana ikut berpartisipasi. Berbaur bersama dengan aparat hukum.

Kegiatan yang dipimpin Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono ini, tidak lain untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, kecintaan kepada tanah air, bangsa, dan negara. Berbagai kegiatan dilaksanakan, di antaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu 17 Agustus, pembacaan puisi Untukmu Pahlawan Indonesia oleh tahanan serta perayaan ulang tahun bagi tahanan yang berulang tahun di bulan Agustus.

“Kita sebagai penerus bangsa harus menghargai jasa perjuangan bangsa, yang sudah membuat negara ini merdeka dari para penjajah. Kita harus mengingat pahlawan kita terdahulu,” terang Benny.

Benny mengungkapkan bahwa para tahanan yang saat ini menghuni hotel Prodeo jangan menganggap kurungan tersebut merupakan akhir dari segalanya. Tetapi awal sesuatu yang harus diperbaiki lagi. Para tahanan harus berkaca pada pejuang-pejuang terdahulu. Mereka pun pernah dipenjara juga.

“Pejuang-pejuang kita juga pernah dipenjara. Untuk itu, kepada para tahanan, harus bisa dan mampu menjalani keadaan saat ini serta jangan pernah putus asa. Makna yang bisa kita ambil dari para pahlawan kita adalah semangat untuk berubah menjadi yang lebih baik,” tegasnya menguatkan mental para tahanan.

Pihaknya berharap setelah nantinya mereka keluar menjalani masa hukuman, jangan kembali lagi ke ruang tahanan. Artinya jangan lagi mengulangi tindak pidana yang melawan hukum di negara ini. Harusnya usai keluar, nanti para tahanan ini mampu berkembang ke arah yang lebih baik. Seperti membuka usaha dan ke arah kehidupan yang positif.

Polresta Denpasar juga rutin melakukan pembinaan seminggu sekali kepada para tahanan ini. Untuk pembentukan jiwa nasionalisme dan patriotisme berkelanjutan meskipun mereka berada di dalam tahanan.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia