Kamis, 19 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

WN Amerika Kecewa, Laporan Penculikan tak Digubris Polisi

19 Agustus 2019, 21: 00: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

WN Amerika Kecewa, Laporan Penculikan tak Digubris Polisi

MENGADU: Korban didampingi kuasa hukumnya mengadu ke Polresta Denpasar lantaran kedua anaknya dirampas pacarnya. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kasus penculikan anak yang melibatkan WNA kembali merebak, setelah sebelumnya pernah heboh di media sosial, bahwa terjadi penculikan anak oleh warga negara asing di Ubud. Kini hal tersebut kembali menimpa warga negara Amerika, Robin Sterling Kelly, 38. Korban telah kehilangan dua orang anaknya bernama Darcy Devon Pelham yang berusia 10 bulan dan Alferd Sterling Pelham, 2.

Menurut kuasa hukumnya I Made Somya Putra kepada Bali Express, Senin (19/8), peristiwa penculikan itu terjadi Rabu (14/8) di Holiday Inn Resort Baruna, Kuta. Awalnya korban membeli popok dan makanan bayi di Circle K. Setelah korban kembali ke hotel, ada dua laki-laki merampas kedua buah hatinya.

Terduga pelaku adalah ayah biologis kedua anak tersebut bersama seorang rekannya yang juga orang asing. Hal ini diketahui setelah terduga pelaku keluar dari hotel dan melarikan diri menggunakan mobil. Korban menyesalkan kejadian tersebut, lantaran saat kejadian, tidak ada upaya dari seorang pun di hotel yang meminta kartu identitas membantu menghentikan para pelaku.

“Klien kami menduga pelakunya adalah mantar pacarnya yaitu Anthony George Pelham, yang sempat beberapa hari sebelumnya berselisih dengan korban. Saat itu korban menemukan terduga dengan seorang wanita sedang menggunakan narkoba dan melakukan kekerasan kepada ibunda korban. Terduga kemudian sempat mengancam akan memisahkan korban dengan anak-anaknya,” ujar Somya.

Korban telah berupaya meminta pencegahan keluar negeri terhadap mantan pacarnya tersebut ke Imigrasi serta melaporkannya ke Polresta Denpasar, Rabu (14/8) dengan Nomor Reg : DUMAS /562/VIII/2019/Bali Resta Dps. “Akan tetapi sampai saat ini tidak ada tindakan cepat dan serius dari Penyidik Polresta Denpasar untuk segera melakukan penyelamatan dengan cara rekontruksi, meminta keterangan saksi-saksi, ataupun menangkap pelakunya, dengan alasan masih ada kasus-kasus lain. Bahkan tidak dapat memulai penyelidikan terhadap penculikan selama seminggu lagi,” terangnya kesal.

Korban telah berulang kali meminta agar polisi bertindak dan merespon laporannya. Bahkan datang langsung ke Polresta Denpasar Minggu (18/8). Laporan hanya diterima di SPKT, tanpa ada penyidik yang menerima karena alasan libur dan hari Minggu. Saat ini korban sangat ketakutan kehilangan anaknya.

“Kami selaku kuasa hukum korban yang bernaung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Panarajon, memohon atensi dan perlindungan hukum atas peristiwa ini kepada seluruh jajaran kepolisian. Tangkap semua pelaku dan selamatkan anak-anak klien kami agar kembali ke ibunya,” jelasnya.

“Kalau sampai terjadi sesuatu terhadap si anak, bahkan dibawa kabur keluar negeri, hanya karena lambannya proses di kepolisian, ini akan sangat memalukan. Bahkan, menurut kami, kasus ini sangat serius sebab ada rangkaian peristiwa penemuan pemakaian narkoba yang tidak ada proses kelanjutannya. Apalagi penculikan dilakukan di ruang terbuka dan dilakukan lebih oleh satu orang, maka ini sudah sangat serius,” lanjutnya.

Kuasa hukum bersama korban kemudian mendatangi Polresta Denpasar pada Senin (19/8). Namun tetap mendapat jawaban yang mengecewakan bahwa laporan korban dikatakan dilimpahkan ke Polsek Kuta.

Sedangkan saat pihaknya mengontak imigrasi terkait kasus ini, pihak imigrasi menegaskan bahwa pihak kepolisianlah yang berhak melakukan pencekalan terhadap terduga. Sayangnya, pihak Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Amran Aris hingga saat ini belum bisa dihubungi.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima limpahan kasus tersebut hingga berita ini ditulis. “Belum, belum,” jawabnya Senin (19/8).

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia