Kamis, 19 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Debit Air Turun, Telaga Tunjung Retak-retak, Suplay Subak Terganggu

19 Agustus 2019, 21: 18: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Debit Air Turun, Telaga Tunjung Retak-retak, Suplay Subak Terganggu

KERING : Akibat debit air menurun, Bendungan Telaga Tunjung, Senin (19/8), terlihat retak-retak. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN – Kemarau panjang membuat Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Tabanan mengering. Akibatnya, tiga daerah irigasi (DI) dipastikan mengalami gangguan suplay air. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (19/8), tanah di dasar bendungan tampak  pecah-pecah. Tidak ada aliran air dari hulu ke hilir. Air menggenang pun terlihat keruh.  Kondisi itu dimanfaatan oleh sejumlah warga untuk memancing ikan. 

Terkait hal tersebut, Pj Perbekel Desa Timpag Made Sumertayasa menyampaikan bahwa air Bendungan Telaga Tunjung sudah surut sejak akhir Juli lalu atau sekitar 2 minggu lalu. Hal itu terjadi karena tidak ada aliran air dari hulu yakni dari Tukad Yeh Mawa serta tidak ada hujan. "Volume air berkurang di Telaga Tunjung, kalau musim kemarau jelas kering," ungkapnya.

Ditambahkannya, jika debit air menurun, secara otomatis suplay air ke sejumlah subak yang teraliri air dari Bendungan Telaga Tunjung terganggu. Terutama subak di bagian hilir yang ada di Selemadeg Timur. "Aliran ke subak jelas terganggu," sambungnya.

Hanya saja, menurut Sumertayasa, menyusutnya air bendungan justru dimanfaatkan oleh para pemancing. Karena mencari ikan lebih gampang. Bahkan sampai ada pemancing yang menginap. 

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Ni Ketut Sri Astini mengungkapkan, Bendungan Telaga Tunjung mengairi tiga daerah irigasi. Di antara DI Meliling Kecamatan Kerambitan yang terdiri dari 3 subak dengan total luas 566 hektar. 

Selanjutnya DI Gadungan di Kecamatan Selemadeg Timur yang mengaliri 7 subak dengan total luas 485 hektar serta DI Sungsang di Kecamatan Kerambitan sebanyak 2 subak dengan luas 430 hektar. "Dan bendungan ini kewenanganya ada di Balai Wilayah Sungai (BWS)," ungkapnya.

Meskipun terjadi penurunan debit air, ia mengaku belum ada laporan subak ke PUPRPKP maupun ke BWS. Namun dipastikan suplay air mengalami gangguan. "Sejauh ini belum ada subak yang melapor," imbuhnya.

Atas kondisi tersebut, bagi subak yang memerlukan air, disarankan agar dilakukan pembagian air secara bergilir. Tujuanya, padi yang ditanam petani jangan sampai gagal panen. "Solusinya harus dengan cara bergilir," pungkasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia