Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diversi Gagal, Remaja Tersangka Kekerasan Dilimpahkan

19 Agustus 2019, 21: 32: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

Diversi Gagal, Remaja Tersangka Kekerasan Dilimpahkan

LANJUT : Tersangka kasus pengeroyokan remaja putrid tetap lanjut. Ketiga tersangka terlihat menutupi wajahnya. Kasus ini sempat diversi, namun gagal. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Sat Reskrim Polres Klungkung menyerahkan ketiga remaja putri tersangka dugaan kekerasan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung, Senin (19/8). Ketiga tersangka yang melakukan dugaan kekerasan terhadap korban Ni Ketut AAP, 15, yakni Ni Kadek AKD,18,  Luh Gede PCA,16, dan Komang PA,17. Dalam tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti) itu, ketiganya didampingi masing-masing orang tua, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Klungkung, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak, dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Karangasem.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Klungkung Ahmad Fatahillah memastikan ketiga tersangka segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarapura. Hal tersebut menyusul diversi yang dilakukan sesaat setelah tahap dua, tidak ada keputusan damai. “Diversi gagal. Korban yang hadir diversi ngotot kasusnya lanjut,” ujar Fatahillah. Diversi akan kembali digelar di PN Semarapura. “Sesuai aturan, nanti di Pengadilan ada lagi diversi. Kalau gagal lagi, baru lanjut sidang,” sambungnya.

Pihaknya menegaskan, ketiga tersangka tidak ditahan. Sama halnya saat kasus masih di tangan Sat Reskrim Polres Klungkung. Sebab tersangka masih di bawah umur. Pasal yang disangkakan juga tidak memungkinkan melakukan penahanan. Mereka disangkakan Pasal 80 jo Pasal 76C Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah ke dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sambil menunggu pelimpahan ke PN, ketiga tersangka wajib lapor Senin dan Kamis. “Di samping wajib lapor, masing-masing orang tua juga sebagai penjaminnya,” terang Fatahillah.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), ketiga tersangka terus berusaha menutup muka menggunakan jaket saat disorot kamera wartawan. Sesekali saja mereka melepas penutup mukanya. Terlihat salah satu tersangka, Luh Gede PCA terisak. Ia menangis sesenggukan sejak digiring dari Polres Klungkung. “Mungkin dia tertekan dengan kasusnya,” ujar salah seorang penyidik polres.  

Orang tua tersangka Ni Kadek AKD, Nyoman S tetap berharap kasus anaknya selesai pada diversi, sehingga tidak sampai di kursi pesakitan PN Semarapura. “Anak saya sudah menyesali perbuatannya,” ujar Nyoman S.

Penetapan tersangka juga telah “menghukum” anaknya.  Kadek AKD tertekan dengan kasus itu. Pun demikian, orang tua juga khawatir dengan kondisi anaknya.

Pasca tersangka, AKD tidak diberikan kebebasan keluar rumah. Ia terus didampingi keluarganya. Agar anaknya bisa tenang, Nyoman juga sudah mengajak anaknya malukat dan mabayuh. “Anak saya sudah dititip di pasraman Gurukula, Bangli untuk didik menjadi lebih baik,” ujar Nyoman S.

Diberitakan sebelumnya, dugaan kekerasan terjadi berawal dari ketersinggungan antara Komang PA dan korban. Komang PA merasa dibilang cabe-cabean. Saat itu tidak langsung terjadi perkelahian. Dugaan kekerasan baru terjadi Januari 2019. Saat itu secara tidak sengaja mereka bertemu di Bukit Buluh, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung. Begitu bertemu dengan korban, langsung mengungkit persoalan sebelumnya. Korban dibuat tak berdaya karena pelaku bersama beberapa rekannya. Korban ditendang. Celana panjangnya berusaha dipelorotin. Dugaan kekerasan itu direkam yang kemudian videonya viral. Orang tua korban yang tak terima dengan kejadian itu, melapor ke Polres Klungkung.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia