Kamis, 19 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Dr. Somvir Diadukan ke Mahkamah Partai, Sidang Dijadwal Ulang

19 Agustus 2019, 22: 16: 00 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dr. Somvir Diadukan ke Mahkamah Partai, Sidang Dijadwal Ulang

SIDANG: Suasana di luar Kantor DPW Nasdem Bali di Jalan Tukad Batanghari saat Persidangan Mahkamah Partai, terkait perselisihan internal caleg DPRD Bali antara Dr. Somvir dan enam orang caleg lainnya, Senin (19/8). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kisruh internal Nasdem antara caleg DPRD Provinsi Bali Dr. Somvir dan enam caleg Nasdem lainnya belum juga reda. Kendati persoalan ini sempat bergulir di Bawaslu Bali, bahkan hasil Pileg 2019 sudah ditetapkan melalui mekanisme rapat pleno oleh KPU Bali, kini kisruh itu bergulir di internal partai. Bahkan Senin (19/8), persidangan Mahkamah Partai digelar di Kantor DPW Nasdem Bali. Dua belah pihak yang berseteru hadir. Baik Dr. Somvir selaku pihak termohon, maupun enam caleg Nasdem lainnya selaku pemohon.

Adapun keenam pemohon, yaitu I Made Teja, I Nyoman Mudita, Nyoman Tirtawan, IGN Wijaya Kusuma, I Made Arjaya, dan I Made Westra. Tapi dari enam pemohon itu, hanya Nyoman Mudita yang berhalangan hadir. Namun dia tetap mengajukan surat pemberitahuan ketidakhadirannya.

Sidang itu merupakan yang pertama kalinya digelar, setelah perselisihan tersebut muncul. Sidang dipimpin langsung anggota Dewan Kehormatan Partai Nasdem, Gantyo Koespradono, selaku ketua majelis hakim.

Sementara wakilnya terdiri dari dua orang dari DPW Nasdem, yakni Wayan Karta dan Agung Astawa. Sidang berlangsung sekitar dua jam. Sementara di luar kantor DPW Nasdem, penuh dengan simpatisan pemohon.

Agenda sidang perdana diisi dengan penyampaian pokok-pokok permohonan yang diajukan pemohon. Begitu juga sebaliknya dari pihak termohon, pada kesempatan pertama ini menyampaikan jawaban atas permohonan yang diajukan pemohon.

Seperti diterangkan Wakil Ketua Majelis Hakim Wayan Karta usai persidangan.

 “Intinya, dalam proses persidangan tadi, para permohon diberi kesempatan menyampaikan pokok-pokok permohonannya. Begitu juga sebaliknya, diberikan kesempatan untuk termohon menyampaikan (jawaban) terhadap permohonan yang diajukan pemohon,” ujar Karta.

Kendati begitu, sambungnya, majelis hakim dalam persidangan itu akhirnya mengambil kesimpulan untuk memperbaiki permohonan yang diajukan pihak pemohon.

Kesimpulan tersebut diambil majelis hakim, karena berkaitan dengan proses pengambilan keputusan. Lantaran itu, sidang akhirnya ditunda dan baru akan dilanjutkan 28 Agustus 2019.

“Enam caleg mengajukan. Bagaimana hakim akan mengambil keputusan seadil-adilnya, seandainya satu di antara enam pemohon itu menang. Siapa yang terpilih nantinya, seandainya ya,” tegas Karta.

Disinggung mengenai pokok-pokok gugatan yang diajukan pihak pemohon, Karta tak menyebutkan secara rinci. Secara umum, menurutnya, petitum yang disampaikan pemohon pada intinya berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan termohon. “Masalahnya menyangkut money politic, mengajak anak dalam kampanye, pelanggaran pemilu. Inti petitumnya seperti itu,” pungkas Karta.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia