Kamis, 19 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Wantilan Pura Dalem Ped Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 700 Juta

19 Agustus 2019, 22: 30: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wantilan Pura Dalem Ped Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 700 Juta

TERBAKAR: Wantilan Pura Dalem Ped ludes terbakar, Senin (19/8). Api dengan cepat membesar karena banyak benda-benda yang mudah terbakar. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NUSA PENIDA - Salah satu wantilan Pura Dalem Ped, di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung terbakar, Senin (19/8) sekitar pukul 20.00. Belum dipastikan penyebab kebakaran tersebut karena menurut warga, api langsung besar.

Kejadian itu membuat warga sekitarnya panik. Mereka berusaha memadamkan dengan alat seadanya, sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang. Warga khawatir api merembet ke bangunan palinggih pura. “Wantilan yang terbakar adalah yang ada di timur, depan Pura Taman,” ujar Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung I Putu Suarta. “Kerugian ditaksir sekitar Rp 700 juta,” imbuhnya.

Suarta menegaskan, si jago merah meludeskan bangunan berukuran sekitar 10x15 meter tersebut  karena barang-barang yang ada di dalam wantilan mudah terbakar. Salah satunya, pengangge (kain) pura tersimpan di sana. “Selain tempat menyimpanan pengangge pura, wantilan itu juga sebagai tempat krama majejaitan,” sambung Suarta.

Lanjut dia, api dengan cepat meludeskan bangunan, tak terlepas dari sarana dan prasana pemadam kebakaran di Nusa Penida yang terbatas. Pemkab Klungkung hanya menempatkan satu unit mobil pemadam kebakaran di sana, dengan kapasitas tangki 3.000 liter. Saat terjadi kebakaran seperti semalam, petugas pemadam kewalahan.

Memang, lanjut dia, dalam melakukan pemadaman api di wantilan, telah dibantu suplay air dari tangki Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung serta PDAM Klungkung yang standby di Nusa Penida. Tetapi tetap juga lambat, karena kemampuan dua mobil tangki itu menyedot air sangat lambat. Berbeda dengan mobil pemadam kebakaran.  “Yang nyemprot api tetap satu armada, yaitu mobil pemadam. Mobil tangki DLHP dan PDAM sebatas menyuplai air ke tangki pemadam saja,” terangnya.

Selain itu, api lambat dipadamkan juga karena petugas tidak hanya berusaha memadamkan kobaran api. Melainkan harus mengamankan palinggih yang ada di sekitarnya. Api rawan merembet ke palinggih lantaran atapnya berupa ijuk yang notabene mudah terbakar. “Kami sudah ajukan tambahan armada pemadam kebakaran. Mudah-mudahan disetujui,” harap Suarta.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia