Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Tampil Seksi, Anggita Sari Nyaman Lakoni Dunia Malam

20 Agustus 2019, 19: 11: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tampil Seksi,  Anggita Sari Nyaman Lakoni Dunia Malam

SUKA : Anggita Sari tertarik jadi DJ lantaran lingkungan pergaulan, di samping memang suka musik dan hobi party (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ingin sukses dan bisa menguasai teknik meramu musik Electronik Dance Music (EDM), butuh keseriusan dan ketekunan. Pastinya tak semudah membalikkan telapak tangan. Menjadi seorang Disc Jockey (DJ)  professional, butuh proses yang cukup panjang.


Selain berbagai persyaratan, ada beragam kisah menarik yang mendasari seseorang ingin menjalankan peran sekaligus meniti karir sebagai seorang peramu musik (Disc Jockey). Seperti  yang dilakoni Anggita Sari, salah satu guest star female DJ yang belum lama ini sukses menghibur ratusan party lovers di Bali. Saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group), perempuan asal Jakarta tersebut mengaku  tertarik  dengan dunia DJ karena  dipengaruhi  lingkungan pergaulannya.


Selain suka musik, dara kelahiran Jakarta, 6 Desember 1992 tersebut, mengaku kerap ‘nimbrung’ dan mengikuti event party bersama kerabat di club ataupun diskotek. “Awalnya sih dari hobi. Dan, kebetulan aku memang suka musik dan suka ke party juga. Akhirnya lama-lama aku iseng main-main aja di DJ. Tapi kupikir oke juga untuk bener-bener diseriusin,” ungkap Anggita Sari di Denpasar. 


Awalnya Anggita  Live PA (Personal Appearance) atau Live Performance Artist. Selanjutnya naluri di musik elektro pun terbentuk dengan sendirinya, kala ikut merambah setiap event dari pangung ke panggung. Lama-kelamaan, ia pun kecantol dunia malam menggeluti profesi sebagai seorang female DJ. “Mulai nge-DJ tahun 2012 sampai 2014 silam. Lalu aku sempat vakum dan baru mulai lagi di tahun 2019 kemarin, " bebernya.


Awal latihan, lanjutnya, lebih banyak diajarin sama teman-teman. "Ya masih ngikut teman yang udah  jadi female DJ. Dan, lama-kelamaan mereka nawarin live PA dan selanjutnya  mengalir sampai sekarang ini,” imbuhnya. Mantan model cantik dan seksi ini menambahkan, meski rutinitas kerja lebih banyak di dunia malam dan akrab dengan hingar-bingar keceriaan club lovers di club ataupun diskotek, namun tetap merasa nyaman.


“Ngejalanin peran sebagai DJ memang tidak mudah. Bisa dibilang susah-susah gampang. Akan tetapi bagi aku nyaman banget. Karena buat aku kepuasan crowd adalah nomor satu. Jadi, aku harus pintar dan lebih kreatif  lihat flow crowd dengan menyesuaikan sama lagu yang disuguhkan,” ungkap femame DJ yang sangat menyukai genre musik trance dan RNB.

Tidak heran, nama Anggita Sari pun dirasa kian fenomenal. Sebab, tak hanya di Bali, para penikmat musik EDM di berbagai kota besar di Tanah Air sudah pernah ia sambangi. “Untuk di kota-kota se-Indonesia,  hampir semua sudah saya sambangi. Yang  paling jauh pernah show di Jayapura,” aku Anggita Sari.


Segudang pengalaman itu,  dikatakan Anggita, menjadi modal pembelajaran serta pembenahannya selama berkarya. Apalagi mengingat perkembangan peminat peran female DJ sudah sangat berkembang. 


Bagi Anggita, memperlihatkan karakter sebagai pembeda dengan talent DJ lainnya, tentu sangat dibutuhkan. “Jujur aja, aku malah seneng banget dengan perkembangan female DJ sekarang ini. Karena kita bisa perbanyak pergaulan sesama female DJ. Tapi, kita juga jangan lupa dengan memperlihatkan karakter kita sendiri,” pungkasnya.

Meski baru kembali mencuri perhatian para penikmat dunia hiburan malam, Anggita Sari enggan berpenampian seronok. Dia pun ogah berpakaian seksi terbuka. Baginya, hal yang diutamakan selama melakoni peran sebagai DJ adalah memperlihatkan skill bermusik. “Buat aku sendiri, skill jadi perhatian utama dan nomor satu. Selebihnya itu ya bonus. Karena image namaku dikenal seksi, ya ciri khas aku juga pakai baju yang seksi. Tapi, sejauh ini seksi ukuran aku masih wajar. 


Soal female DJ lain yang berpenampilan seksi, buat Anggita nggak jadi soal.  "Sejauh ini masih sebatas wajar. Seperti yang biasa aku kenakan juga. Terpenting, seperti yang aku katakan tadi, nge-DJ tetap yang diperlihatkan adalah kualitas musiknya,” tutup perempuan yang suka traveling ini.

(bx/vir/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia