Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Uruk Sungai Ayung, Dinas Perizinan Tinjau Pembangunan Hotel

21 Agustus 2019, 18: 14: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Uruk Sungai Ayung, Dinas Perizinan Tinjau Pembangunan Hotel

MENGECEK : Tim teknis dari Dinas Perizinan Kabupaten Gianyar mengecek pembangunan hotel di dekat Sungai Ayung, di Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Rabu (22/8). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR -  Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPPMPSP) Gianyar. Rabu (21/8), meninjau pembangunan hotel yang berdekatan dengan Sungai Ayung di Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud. Peninjauan dipimpin Kepala Dinas PPMPSP Gianyar Dewa Alit Mudiarta tersebut, terkait keberadaan proyek yang diduga menguruk sungai.

Menurut Alit Mudiarta, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa terdapat salah satu hotel yang ada di Banjar Kedewatan menimbun sungai. “Setelah turun ke lapangan dan kami cek izinnya,  ternyata sudah lengkap. Hanya saja dalam pemasangan konstruksi, tanahnya lewat ke sungai. Tapi kami sudah minta agar dinaikkan lagi dan ditata, rencananya akan dijadikan taman,” jelasnya.

Pria asal Kecamatan Tegallalang, Gianyar ini pun menjelaskan, pihaknya telah mengecek kelengkapan administrasi pembangunan hotel tersebut. Bahkan salah satu timnya mengukur langsung jarak bangunan dengan tepi Sungai Ayung.

“Tanah yang meluber ke Sungai Ayung itu karena pengerukan untuk memasang penguatan tanggul, dan izinnya sedang diurus ke Badan Wilayah Sungai Bali-Penida. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Gianyar hanya menangani izin bangunan, izin usaha dan sebagainya. Soal tanah yang melubuer, juga sudah dinaikkan langsung oleh pihak hotel menggunakan dua alat berat,” tandasnya.

Salah satu staf manajemen konstruksi pembangunan proyek, I Wayan Sumardita, mengaku, pihaknya diisukan mempersempit penampang basah sungai. Namun yang terjadi sebenarnya adalah pihaknya tengah mengerjakan konstruksi tanggul, dan membuat sebagian tanah hasil kerukan jatuh ke sungai. “Setelah jatuh ke sungai, pekerja kami langsung menariknya kembali, dibawa ke atas untuk ditata menjadi kebun,” terangnya.

Sumardita menambahkan, ia bekerja setelah mendapatkan izin dari pihak Pemkab. Sampai saat ini proses pembangunan hotel tersebut terus dikebut. “Terkait izin, semua sudah kami lengkapi sebelum proyek dikerjakan. Namun terkait izin penguatan tebing, kami sedang ajukan ke Badan Wilayah Sungai Bali-Penida, dan sudah dipaparkan di sana untuk menunggu izin,” pungkas Sumardita.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia