Kamis, 19 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kemendes Gelontor Bantuan untuk Bumdes di Buleleng

21 Agustus 2019, 21: 02: 42 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kemendes Gelontor Bantuan untuk Bumdes di Buleleng

BUMDES - Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Bumdes. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sebanyak 30 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Buleleng menerima bantuan dana dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Masing-masing Bumdes menerima bantuan modal sebesar Rp 100 juta. 

Puluhan Bumdes tersebut berasal dari tiga  kecamatan, di antaranya Kecamatan Gerokgak 10 Bumdes, Kecamatan Sukasada 10 Bumdes, dan Kecamatan Buleleng 10 Bumdes. Selain memberikan bantuan masing-masing Rp 100 juta kepada 30 Bumdes, Kemendes PDTT juga memberikan bantuan modal masing-masing sebesar Rp 1 miliar kepada Bumdes Desa Pancasari, Desa Panji, dan Desa Baktiseraga.

Penyerahan bantuan modal usaha untuk Bumdes tersebut dilakukan secara simbolis di salah satu hotel di kawasan Nusa Dua, Badung, Rabu (21/8). Bantuan diserahkan langsung oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, yang diterima oleh Perbekel dan pengurus Bumdes.

Adapun batuan modal sebesar Rp 100 juta, akan digunakan secara khusus untuk pengembangan unit usaha air minum dalam kemasan oleh Bumdes. Pengelolaan modal tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Pengembangan Usaha Pengolahan Air Minum Dalam Kemasan yang ditandatangi Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra dan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT Taufik Madjid. 

Sedangkan bantuan modal Rp 1 miliyar untuk tiga Bumdes digunakan sebagai tambahan modal usaha, dan untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung unit usaha Bumdes yang sudah ada.

Dalam laporannya, Taufik Madjid menyebutkan, tujuan pemberian bantuan modal tersebut salah satunya adalah untuk memperluas unit usaha Bumdes. Taufik juga mengatakan, Bumdes memerlukan pendampingan dan konsultan dalam upaya mengembangkan unit usaha yang dimiliki. Oleh sebab itu, lanjut Taufik, Kemendes sendiri telah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam wujud konsorsium guna memberikan pendampingan bagi Bumdes penerima bantuan.

Untuk mendukung unit usaha pengolahan air minum dimaksud, Kemendes PDTT bersama pihak konsorsium juga akan membangun 3 unit mini factory air kemasan, masing-masing berlokasi di Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Gerokgak. Mini factory tersebut nantinya akan dikelola secara bersama-sama oleh beberapa Bumdes di wilayah itu.

"Dengan demikian, Bumdes yang menerima bantuan bisa secera efektif memanfaatkan bantuan yang diterima untuk meningkatkan pendapatan Bumdesnya," kata Taufik.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo dalam sambutannya menyampaikan, Bumdes di Buleleng harus mampu berinovasi dalam mengembangkan unit usaha. Ia memberikan contoh beberapa Bumdes di Indonesia yang telah berhasil melakukan ekstensifikasi usaha, sehingga Bumdes tersebut mampu meningkatkan pendapatan hingga milyaran rupiah per tahun.

"Kalau di daerah lain bisa, saya yakin di Buleleng juga pasti bisa. Karena di Bali dan Buleleng khusunya, kan sudah memiliki potensi. Itu tinggal digarap dengan baik saja," ungkap Menteri Eko.

Menteri Eko juga menyinggung Dana Desa yang diberikan kepada masing-masing desa yang terus bertambah setiap tahunnya. Kata dia, setelah hampir lima tahun berfokus pada pengembangan infrastruktur perdesaan, tahun-tahun berikutnya Dana Desa akan lebih banyak digunakan untuk pemberdayaan ekonomi desa, salah satunya pengembangan unit usaha Bumdes."Tahun depan, Pak Jokowi berencana menyalurkan Dana Desa sekitar 500 triliun lebih," kata Menteri Eko.

Gelontoran bantuan ini disambut hangat Wabup Sutjidra. Ia merasa bersyukur beberapa Bumdes di Buleleng digelontor bantuan modal usaha yang cukup besar. Hal itu, menurutnya, berpotensi meningkatkan pendapatan Bumdes. 

Oleh sebab itu, ia berharap agar bantuan dana yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengurus Bumdes. "Mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah pusat ini kan bukan sesuatu yang mudah. Oleh sebab itu, bantuan modal ini harus dimanfaatkan secara efektif sehingga memberikan hasil yang maksimal nantinya," pinta Sutjidra.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia