Kamis, 19 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Grabfood Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

22 Agustus 2019, 20: 16: 07 WIB | editor : I Putu Suyatra

Grabfood Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

PUNGUT SAMPAH PLASTIK: AKsi Grabfood memerangi sampah plastic di Pantai Mertasari Sanur, Kamis (22/8). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Menurut survei yang dilakukan yayasan Rivers, Oceans, Lands, and Ecology (ROLE), Indonesia kini telah menjadi negara penyumbang plastik terbesar kedua di dunia. Setiap harinya ada sekitar 130.000 ton sampah plastik dan limbah yang diproduksi.

Untuk itu beberapa provinsi di Indonesia kini perlahan mulai melarang penggunaan plastik kepada masyarakat. Salah satunya provinsi Bali melalui Pergub no. 97 tahun 2018 yang melarang penggunaan material plastik, seperti kantong plastik, sedotan plastik, hingga styrofoam.

Terkait hal itu Grab, everyday superapp terkemuka di Asia Tenggara, melalui layanan pesan antar makanan GrabFood, turut berkontribusi dalam kerja sama dengan beberapa mitra untuk menggerakkan program kelestarian lingkungan hidup, serta mengobarkan semangat untuk kebiasaan tidak menggunakan barang berbahan plastik demi menyelamatkan lingkungan bersama.

Pada kesempatan ini, GrabFood menggandeng beberapa pihak mengadakan program kelestarian lingkungan hidup untuk mengurangi penggunaan plastik di Bali, mulai dari komunitas Malu Dong, Get Plastic, hingga mitra merchant GrabFood, Burger King.

“Komitmen Grab tak hanya sebatas dalam mendukung kemajuan transportasi dan pertumbuhan ekonomi digital. Sebagai perusahaan yang berupaya menyediakan layanan yang lebih aman dan merata demi masa depan yang lebih baik, Grab juga ingin menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan mendorong ekosistem untuk mengubah limbah plastik ke sesuatu yang lebih berguna dan bisa dimanfaatkan bagi semua orang,” ujar  Ichmeralda Altri Rachman, Head of Marketing GrabFood and New Business, Grab Indonesia.

Program yang dilaksanakan pada Kamis (22/8) adalah awal dari komitmen berkepanjangan GrabFood terhadap pelestarian lingkungan hidup, dan kedepannya program ini akan dilaksanakan setiap bulan.

Sebagai langkah awal, GrabFood melibatkan 150 mitra pengemudinya untuk mengumpulkan sampah-sampah di Pantai Mertasari Sanur. Kolaborasi antara mitra tersebut juga melibatkan komunitas Malu Dong yang kerap melakukan program bersih-bersih sampai di berbagai area di Bali. Bersama dengan para mitra, GrabFood setidaknya menargetkan untuk mengumpulkan 30.000 sampah plastik dalam jangka waktu enam bulan ke depan untuk fase pertama.

Setelah sampah plastik terkumpul, kemudian akan diolah kembali. Untuk itu GrabFood juga menggandeng Get Plastic yang memiliki misi untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli atas sampah plastik yang mereka hasilkan sehari-hari.  Sampah yang akan dikumpulkan oleh masyarakat akan kemudian dibantu diolah menjadi energi (bahan bakar minyak) untuk kemudian digunakan kembali.

Selain program pengumpulan dan pengelolaan sampah, GrabFood juga bekerjasama dengan salah satu mitra merchant-nya, Burger King, dengan mengadakan karya seni ramah lingkungan yang akan berfungsi sebagai shelter di Burger King Sunset Road.

Karya tersebut menggunakan beberapa bahan, yang terbuat dari Sundae Cup Burger King bekas, kayu bekas, dan ban bekas yang telah dikumpulkan dan dibentuk sedemikian rupa agar dapat dinikmati oleh para pengunjung. Karya seni ramah lingkungan tersebut pun melibatkan kolaborasi seniman berkebutuhan khusus Pinky Sinanta dan Sjaki-Tari-Us Foundation.

Chief Marketing Officer Burger King, Aaron Tang dalam kesempatan tersebut mengatakan bangga menjadi tuan rumah untuk proyek perdana GrabFood dalam kampanyenya mengajak masyarakat lebih bijak dengan mengurangi penggunaan plastik dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

"Hal ini sejalan dengan agenda tanggung jawab sosial Burger King Indonesia. Banyak yang belum mengetahui bahwa Burger King Bali Sunset Road yang merupakan restoran Burger King pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh tim yang terdiri lebih dari 80% anggota yang berkebutuhan khusus. Sungguh menjadi sebuah inspirasi melihat karya seni indah yang berasal dari plastik daur ulang dan dibuat oleh seniman Indonesia yang berkebutuhan khusus yang ditampilkan pada kesempatan ini” ujarnya

Ke depannya, Grab juga akan meletakkan drop box pengumpulan sampah plastik di beberapa titik di seluruh kota Bali. Drop box pertama akan diletakkan di Burger King Sunset Road, dan menyusul di beberapa Banjar. Sampah plastik yang dikumpulkan dari drop box, lebih lanjut akan diproses dan dipilah oleh Get Plastic. Demi menjaga kebersihan dan mengutamakan fungsi, drop box ini juga dibersihkan setiap harinya.

Harapan kami ajakan ini dapat mulai membentuk sebuah kebiasaan baru yang membawa perubahan baik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ichmeralda.

(bx/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia