Kamis, 19 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Kompetisi Startup, Peserta Melebihi Ekspetasi

22 Agustus 2019, 21: 48: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kompetisi Startup, Peserta Melebihi Ekspetasi

MEMPERMUDAH: Salah seorang peserta kompetisi startup mempresentasikan aplikasi Keroncongantar.com. (NORIS SAPUTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

BERAGAM produk dari para startup yang digawangi milenial turut mewarnai Santripreneur Expo Kamis (22/8) di Kuta. Semua dipresentasikan dalam Kompetisi Startup. Dalam Business Competition Startup, berbagai jenis aplikasi ditampilkan seperti aplikasi transportasi, Ayo Ngaji, Berkah, hingga aplikasi berbasis kuliner seperti Keroncongantar.com.

Aplikasi Nebeng misalnya, yang dikembangkan oleh Alfin Azhari asal Purwokerto. Start up ini bergerak di 3 jenis bisnis sekaligus. Yakni transportasi, kuliner, dan belanja. Alfin mengembangkan aplikasi ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah transportasi khususnya di kalangan mahasiswa Purwokerto. "

Dia memilih kata ‘nebeng’ sebagai brand karena menurutnya kata nebeng tersebut sudah familiar. "Karena itu familiar, dalam milih brand kita harus memilih brand yang mudah diingat," jelasnya.

Selain aplikasi Nebeng, dari luar Pulau Jawa ada juga aplikasi Keroncongantar.com. Aplikasi yang dikembangkan oleh Ary Nugraha dan kawan-kawannya. Pria kelahiran Pekanbaru ini mengembangan aplikasi yang mempertemukan antara dapur dan restoran dalam satu pemesanan.

Ary mengaku, ngin mengangkat dapur-dapur masyarakat yang belum memiliki brand dan restoran. Selama ini Ary sudah memiliki mitra sekitar 30 mitra dapur dan restoran. Dengan segmen pelanggan mahasiswa, keluarga hingga pekerja kantoran. Alumnus Universitas Riau ini juga mengembangkan wadah bagi produk UMKM. "Produk UMKM ini bisa dijadikan oleh-oleh," ungkapnya.

Yang menarikAry juga mengembangkan produk rendang box, yang bisa bertahan satu minggu hingga 1 bulan. Market rendang box sendiri sudah menjangkau luar Pekanbaru. "Alhamdulillah pemasaran rendang box sudah sampai luar pekanbaru, sekitar Sumatera, Jakarta, kalau di luar Pulau Jawa," tambahnya.

Sementara itu, salah satu juri Taufiq Saguanto menyebut produk startup para peserta di luar ekspektasinya. "Ini diluar ekspektasi saya, mereka sangat cerdas," ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Namun dia juga mengatakan bahwa aplikasi-aplikasi yang dipresentasikan masih belum semuanya berorientasi bisnis yang total. "Masih kurang materilalistis, semua masih tujuannya untuk mempermudah, tidak ada yang langsung menohok untuk getting profit," tegasnya.

Juri yang juga pengusaha ini menjelaskan bahwa aplikasi itu memang dibuat untuk mendapatkan profit. Sehingga terdapat satu target yang jelas. Pemenang lomba ini akan diumumkan pada akhir acara Sabtu (24/8). (ris)

(bx/aim/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia