Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

RS Sanjiwani Sebut Dani Meninggal Akibat Pendarahan

25 Agustus 2019, 22: 33: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

RS Sanjiwani Sebut Dani Meninggal Akibat Pendarahan

SEMASA HIDUP: Ni Made Dani, ibu muda yang meninggal paska melahirkan semasa hidup. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Kasus ibu yang meninggal paska melahirkan di Rumah Sakit (RS) Sanjiwani Gianyar pada Kamis (22/8) telah dilakukan audit oleh tim medis pada Sabtu (24/8). Hasilnya mengarah pada dampak pendarahan yang dialami korban, Ni Made Dani, paska melahirkan secara normal. Hal itu diungkapkan Dirut RS Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa saat dikonfirmasi Minggu (25/8).

Menurut Dokter Upeksa, penyebab pendarahan yang dialami Dani merupakan pengaruh dari bobot bayi yang dilahirkan. “Penyebab kematiannya kausa mortis karena kolaps cardio respiratori suspek thrombo embilo dan DIC, atau yang disebut dengan pendarahan pos partum primer,” ungkapnya.

Sedangkan pengaruh dari berat bayi yang dilahirkan, juga dikatakan sebagai pemicunya. Mengingat putra kedua yang dilahirkan Ni Made Dani beratnya mencapai 4,5 kilogram. Disinggung dengan kejadian tersebut, dikatakan juga tidak bisa diprediksikan oleh tim medis, sehingga nyawa Dani tidak tertolong. “Berat bayi juga salah satu faktor penyebabnya, dan kejadian ini unpredictable,” paparnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, hasil perkiraan berat badan bayi sebelum lahir melalui USG sekitar 3700 gram. Sehingga memungkinkan lahir normal tanpa melalui operasi. Selain itu, juga karena persalinan anak pertama dilakukan secara normal. “Hasil perkiraan berat badan melalui USG memang terdapat deviasi, antara lain karena jumlah air ketuban yang kurang, dan ketebalan dinding perut ibu yang lebih tebal,” pungkas dr. Ida Komang Upeksa.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati menjelaskan, pihaknya tengah melakukan investigasi penyebab kematian ibu bayi tersebut. Begitu juga selalu mengaudit apa yang terjadi sampai muncul kasus meninggalnya seorang ibu paska melahirkan secara normal itu.

“Kami berikan rekomendasi terkait faktor yang menyebabkan kematiannya. Kami juga lakukan pengawasan serta pembinaan pada rumah sakit bila ditemukan faktor-faktor yang harus diperbaiki. Untuk kasus ini, sedang investigasi oleh audit maternal,” imbuhnya.

Seperti diketahui Ni Made Dani, 30, merupakan warga asal Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan. Korban meninggal dunia pada Kamis (22/8). Ibu muda ini meninggal paska mengalami pendarahan, dan tim medis melakukan tindakan yang diklaim telah sesuai prosedur, seuasi melahirkan putra keduanya. Jenazah almarhum telah dikubur di setra setempat pada Jumat (23/8) dengan prosesi makingsan.

Suami korban, I Nyoman Kobik, bersama alrmarhum istri juga sudah rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, bahkan tidak pernah ada keluhan. Dari hasil empat kali USG yang dilakukan, bayinya disebutkan normal. Terlebih pada Selasa lalu, dia sempat mengajak istrinya melakukan pemeriksaan di Klinik Angga, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, lanjut dirujuk ke RS Sanjiwani hingga sang istri pun meninggal.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia