Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Gua Giri Campuhan Jadi Destinasi Andalan Baru Bangli

26 Agustus 2019, 10: 36: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gua Giri Campuhan Jadi Destinasi Andalan Baru Bangli

ALAM : Bangli terus kembangkan wisata alam karena tidak mempunyai pantai. Giliran Gua Giri Campuhan kini ditata untuk dijadikan magnet penopang objek lainnya yang ada di Bangli. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Kabupaten Bangli menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang tidak memiliki objek wisata pantai. Namun, kondisi ini tidak membuat Bangli sepi  dari kunjungan wisatawan.

Kabupaten Bangli memiliki beragam pilihan wisata alam yang menarik. Salah satunya adalah wisata air terjun (waterfall). Untuk destinasi ini, Bangli seakan tidak ada matinya,  karena  banyak sekali air terjun yang mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Gua Giri Campuhan Waterfall yang berlokasi di Desa Tembuku Kelod, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, salah satu destinasi wisata baru yang dikembangkan oleh masyarakat Desa Tembuku.


Pengelola objek wisata Gua Giri Campuhan, Dewa Gede Antarga mengatakan, sebagai destinasi wisata alam baru di Bangli, Gua Giri Campuhan Waterfall mulai ditata agar
wisatawan bisa berkunjung dengan nyaman.

Gua Giri Campuhan Jadi Destinasi Andalan Baru Bangli

ALAM : Bangli terus kembangkan wisata alam karena tidak mempunyai pantai. Giliran Gua Giri Campuhan kini ditata untuk dijadikan magnet penopang objek lainnya yang ada di Bangli. (ISTIMEWA)

Sesuai dengan namanya, objek wisata ini memang ada gua alami yang terletak di atas tebing. "Di dalam gua  terdapat sumber mata air. Mata air inilah yang mengalir keluar gua sehingga menjadi air terjun," urainya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) pekan lalu.
Dijelaskan Antarga, kawasan air terjun ini sebenarnya sudah menjadi objek wisata sejak dahulu. Karena sebelumnya di kawasan ini terdapat  bendungan, yang oleh masyarakat Tembuku Kelod sering disebut Dam Giri.

Dam Giri ramai dikunjungi masyarakat Desa Tembuku sebagai tempat  bernain, sekaligus menjadi tempat  piknik keluarga. "Biasanya masyarakat datang dan membawa bekal makanan untuk di makan bersama ketika hari raya," terangnya.

Diakuinya, wisatawan domestik dan asing sudah mulai berdatangan diantar pemandu wisata, selain yang datang secara mandiri.


Berkunjung ke Air Terjun Gua Giri Campuhan, wisatawan harus berjalan kaki dari tempat parkir yang ada. Namun, medannya tak sulit, karena akses menuju air terjun sudah sangat baik.
Jalan setapak yang menghubungkan areal parkir dengan air terjun sudah ditata dengan baik, sehingga tidak becek dan lincin ketika dilalui wisatawan.


Selain itu, wisatawan juga akan ditemani  pemandu ketika berkeliling air terjun. "Kami memang menyiapkan pemandu yang siap menemani wisatawan demi keamanan. Kami ingin wisatawan yang datang bisa nyaman selama berkunjung ke kawasan ini," paparnya.


Kawasan wisata ini, juga sudah dilengkapi dengan toilet dan kamar ganti. Objek wisata ini dibuka mulai pukul 08.00 sampai  pukul 17.00 Wita. Namun, jika masih ada aktivitas wisata, maka pengelola masih mengizinkan wisatawan untuk menikmati air terjun ini smpai pukul 18.00 Wita. Setelah itu, aktivitas wisata ditutup karena hari sudah gelap.


Bagi Wisatawan yang datang ke air terjun ini, lanjut Antarga, belum dikenakan retribusi. Namun, bagi yang ingin berdonasi, pihak pengelola sudah menyediakan kotak donasi.


Donasi dari wisatawan ini nantinya akan digunakan sebagai dana operasional dari objek wisata ini. "Untuk donasi, kami tidak tentukan berapa besarannya, tergantung niat wisatawan yang datang," pungkas Antarga.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia